Senin, 24 Maret 2025

Paus Fransiskus Kembali Gunakan Ventilator Setelah Gagal Pernapasan Akut

Penulis : Grace El Dora
4 Mar 2025 | 14:59 WIB
BAGIKAN
Paus Fransiskus. (Foto: Andrew Medichini/ AP)
Paus Fransiskus. (Foto: Andrew Medichini/ AP)

ROMA, investor.id – Paus Fransiskus kembali harus menggunakan ventilator, setelah gagal pernapasan akut. Krisis ini merupakan kemunduran baru dalam perjuangan Paus untuk pulih dari infeksi pernapasan rumit, yang telah berlangsung lebih dari dua minggu.

Paus Fransiskus menderita penyakit paru-paru kronis dan pernah menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru saat masih muda. Paus Fransiskus tetap waspada, berorientasi, dan bekerja sama dengan tenaga medis setelah menderita dua krisis pernapasan akut baru pada Senin (3/3/2025), kata Vatikan dalam pembaruan terbarunya seperti dikutip pada Selasa (4/3/2025).

Paus Katolik tersebut kembali menggunakan dukungan ventilasi mekanis noninvasif dalam apa yang dipandang sebagai kemunduran lain dalam perjuangannya melawan pneumonia, menurut pernyataan Vatikan.

Advertisement

Dokter di Poliklinik Agostino Gemelli di Roma, tempat Paus Fransiskus (88) dirawat, mengatakan mereka mengeluarkan sekresi lendir yang "berlimpah" dari paru-parunya. Ini dilakukan dengan memasukkan tabung berujung kamera ke dalam saluran udaranya dan menggunakan pengisap di ujungnya untuk mengeluarkan cairan tersebut.

Menurut para ahli medis, dokter sering menggunakan ventilasi noninvasif untuk mencegah intubasi atau penggunaan ventilasi mekanis invasif.

Mengingat tes laboratoriumnya tidak menemukan bakteri baru, Vatikan mengatakan lendir tersebut merupakan respons tubuhnya terhadap penyakit pneumonia awal, bukan penyakit baru.

Meskipun para dokter menggunakan bentuk lampau untuk menunjukkan bahwa krisis telah berakhir, mereka tidak menyebutkan apakah Paus masih stabil.

Pandangan Tentang Kesehatan Paus

Krisis tersebut merupakan kemunduran baru dalam perjuangan Paus untuk pulih dari infeksi pernapasan rumit, yang telah berlangsung lebih dari dua minggu. Paus Fransiskus, yang menggunakan kursi roda, memiliki penyakit paru-paru kronis dan sebagian dari salah satu paru-parunya telah diangkat saat masih muda.

Demi meningkatkan fungsi paru-parunya, Paus telah menerima fisioterapi pernapasan. Namun, penumpukan sekresi di paru-parunya menunjukkan ia tidak memiliki kekuatan otot untuk mengeluarkan cukup cairan, menurut para dokter yang merawatnya.

Tidak ada gambar atau video dirinya yang dipublikasikan oleh Vatikan sejak ia dirawat di rumah sakit pada 14 Februari 2025 karena penyakit paru-paru.

Pada Senin, salah satu teman terdekat Fransiskus di Vatikan mendesaknya untuk menyuarakan pendapatnya, dengan mengatakan dunia perlu mendengarnya. Uskup Agung Vincenzo Paglia menanggapi penanganan Vatikan terhadap kesehatan Paus, yang memungkinkan Paus pulih dengan tenang dan tidak menjadi sorotan publik.

Berbicara setelah konferensi pers untuk meluncurkan pertemuan tahunan Akademi Kepausan untuk Kehidupan, yang tahun ini bertema "Akhir Dunia". "Kita membutuhkan orang-orang seperti dia yang benar-benar universal dan tidak hanya berat sebelah," ujar Paglia.

Rawat inap Fransiskus merupakan ketidakhadirannya yang terlama hingga saat ini dalam 12 tahun kepausannya.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 23 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 52 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 2 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia