Senin, 24 Maret 2025

FBI Tuduh Peretas Korut Curi Aset Kripto US$ 1,5 Miliar

Penulis : Grace El Dora
3 Mar 2025 | 23:36 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi peretas. (Foto: Getty Images)
Ilustrasi peretas. (Foto: Getty Images)

WASHINGTON, investor.id – FBI menuduh peretas yang terkait dengan Korea Utara (Korut) melakukan salah satu pencurian mata uang kripto terbesar yang diketahui publik. Peretas Korut itu mencuri aset kripto dilakukan dengan menyita ethereum senilai sekitar US$ 1,5 miliar dari sebuah perusahaan yang berbasis di Dubai.

Pencurian awal bulan ini yang menargetkan Bybit, salah satu bursa kripto terbesar di dunia. Ini adalah pencurian lain yang melibatkan tim peretas yang diidentifikasi oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) dengan nama TraderTraitor dan Lazarus Group.

“(Para peretas mencuri mata uang kripto) melalui penyebaran aplikasi perdagangan mata uang kripto yang dimodifikasi untuk menyertakan malware yang memfasilitasi pencurian mata uang kripto,” ungkap FBI seperti dikutip Associated Press, Senin (3/3/2025).

Advertisement
FBI Tuduh Peretas Korut Curi Aset Kripto US$ 1,5 Miliar
Ilustrasi peretas. (Foto: Getty Images)

Dalam pengumuman layanan publik daring pada pekan lalu, FBI mengatakan mereka yakin para peretas yang didukung Korut bertanggung jawab atas pencurian tersebut.

“Para pelaku TraderTraitor bertindak cepat dan telah mengubah beberapa aset yang dicuri menjadi Bitcoin dan aset virtual lainnya yang tersebar di ribuan alamat di beberapa blockchain. Diperkirakan aset-aset ini akan dicuci lebih lanjut dan akhirnya diubah menjadi mata uang fiat,” demikian tertulis dalam keterangan resminya, pekan lalu.

Media pemerintah Korut belum mengakui pencurian atau tuduhan FBI tersebut. Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa belum menanggapi.

Namun, peretas Korut telah mencuri sekitar US$ 1,2 miliar dalam mata uang kripto dan aset virtual lainnya dalam lima tahun terakhir, menurut badan mata-mata Korea Selatan (Korsel).

Hal ini merupakan sumber mata uang asing yang langka dan sangat dibutuhkan untuk mendukung ekonominya yang rapuh dan mendanai program nuklirnya dalam menghadapi sanksi PBB yang ketat dan penutupan perbatasan yang ketat oleh Korut selama pandemi virus corona.

Panel ahli PBB secara terpisah mengatakan sedang menyelidiki 58 dugaan serangan siber oleh Korut antara 2017-2023. Aksi kriminal ini mengakibatkan sekitar US$ 3 miliar dicuri. "Dilaporkan (untuk) membantu mendanai pengembangan senjata pemusnah massal negara itu," demikian jelas panel ahli tersebut.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 46 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia