Kim Jong Un Sebut Senjata Nuklir Korut Bukan Alat Tawar-menawar

SEOUL, investor.id – Pemerintah Korea Utara (Korut) mengatakan senjata nuklirnya bukan alat tawar-menawar, tetapi dirancang untuk penggunaan tempur terhadap segala upaya musuhnya menyerang Korut. Kim menegaskan kembali pendiriannya untuk lebih mengembangkan persenjataan nuklir negara tersebut.
Pernyataan Korut muncul setelah perwakilan kantor presiden Amerika Serikat (AS) mengatakan Amerika akan mengupayakan "denuklirisasi penuh Korea Utara" di bawah kepemimpinan Presiden AS Donald Trump. Pernyataan ini menepis spekulasi Trump mungkin mengupayakan pengurangan senjata daripada tujuan kebijakan jangka panjang denuklirisasi.
Dalam sebuah komentar yang dikeluarkan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Korea Utara menekankan kekuatan nuklirnya bukan untuk negosiasi tetapi untuk penggunaan tempur. Ini secara efektif menegaskan mereka tidak berminat untuk kembali ke perundingan denuklirisasi dengan Amerika.

"Kekuatan nuklir kami bukanlah sesuatu yang dapat diiklankan untuk mendapatkan pengakuan dari siapa pun dan bahkan bukan alat tawar-menawar yang dapat ditukar dengan sejumlah uang," lapor KCNA, mengutip pernyataan Kim.
"Kekuatan nuklir negara kami selalu digunakan untuk pertempuran nyata dalam upaya untuk segera menghentikan asal usul setiap upaya invasi oleh pasukan musuh yang melanggar hak kedaulatan negara dan keselamatan rakyat, serta mengancam perdamaian regional," ucapnya seperti dikutip Yonhap, Selasa (11/2/2025).
Menanggapi pejabat dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan Uni Eropa (UE) yang menegaskan kembali mereka tidak akan menerima Korut sebagai kekuatan nuklir, otoritas negara itu juga mengecam pernyataan mereka dan menganggapnya "menggelikan".
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV