Senin, 24 Maret 2025

Warren Buffett Sebut Tarif Trump Bisa Picu Inflasi

Penulis : Grace El Dora
3 Mar 2025 | 13:20 WIB
BAGIKAN
Warren Buffett berjalan di lantai dan bertemu dengan pemegang saham Berkshire Hathaway menjelang rapat tahunan mereka di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat pada 3 Mei 2024. (Foto: David A. Grogan)
Warren Buffett berjalan di lantai dan bertemu dengan pemegang saham Berkshire Hathaway menjelang rapat tahunan mereka di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat pada 3 Mei 2024. (Foto: David A. Grogan)

OMAHA, investor.id – Investor legendaris Warren Buffett membuat komentar langka tentang kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia mengatakan, bea masuk yang menghukum dapat memicu inflasi dan merugikan konsumen.

"Tarif sebenarnya, kami sudah punya banyak pengalaman dengan tarif. Tarif merupakan tindakan perang, sampai taraf tertentu," kata Buffett, yang konglomeratnya Berkshire Hathaway memiliki bisnis besar di bidang asuransi, kereta api, manufaktur, energi, dan ritel seperti dikutip CBS internasional, Senin (3/3/2025).

Ia membuat pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara untuk sebuah film dokumenter baru tentang mendiang penerbit Washington Post, Katharine Graham.

Advertisement

"Seiring waktu, tarif menjadi pajak atas barang. Maksud saya, Peri Gigi tidak membayarnya! Lalu apa? Anda selalu harus menanyakan pertanyaan itu dalam ilmu ekonomi. Anda selalu berkata, ‘Lalu apa?" ujar Buffett sambil tertawa. Ia mengacu pada dogeng anak-anak tentang Peri Gigi, yang menukarkan gigi susu dengan koin uang.

Ini menandai pernyataan publik pertama dari “Oracle of Omaha” berusia 94 tahun itu tentang kebijakan perdagangan Trump. Pekan lalu, Trump mengumumkan tarif impor sebesar 25% dari Meksiko dan Kanada akan mulai berlaku pada Selasa (4/3/2025).

Sedangkan atas China akan dikenakan tarif tambahan sebesar 10% pada tanggal yang sama. Pemerintah China telah berjanji untuk membalas.

Selama masa jabatan pertama Trump, kepala dan CEO Berkshire Hathaway itu memberikan pendapat panjang lebar pada 2018 dan 2019 tentang konflik perdagangan yang meletus. Buffett memperingatkan tindakan agresif Partai Republik itu dapat menyebabkan konsekuensi negatif secara global.

Ketika ditanya tentang keadaan ekonomi terkini oleh CBS, Buffett menahan diri untuk tidak mengomentarinya secara langsung.

“Yah, saya pikir itu adalah topik yang paling menarik di dunia, tetapi saya tidak akan membicarakannya, saya tidak bisa membicarakannya. Saya benar-benar tidak bisa,” imbuhnya.

Buffett telah bersikap defensif selama setahun terakhir, saat ia dengan cepat menjual saham dan mengumpulkan sejumlah uang tunai yang memecahkan rekor.

Beberapa orang menganggap langkah konservatif Buffett sebagai seruan pesimis terhadap pasar dan ekonomi. Sementara itu, orang lain percaya ia tengah mempersiapkan konglomerat itu untuk penggantinya dengan memangkas posisi yang terlalu besar dan mengumpulkan uang tunai.

Volatilitas pasar telah meningkat akhir-akhir ini karena meningkatnya kekhawatiran tentang ekonomi yang melambat, perubahan kebijakan yang tidak dapat diprediksi dari Trump, serta valuasi saham secara keseluruhan. S&P 500 naik sekitar 1% sejak awal tahun.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Saham Murah, Dividennya Bisa Belasan Triliun

Saham BNI (BBNI) lagi diskon besar. BBNI akan mengetok dividen Rabu.
Market 37 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Terkerek Ringan

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini terkerek ringan. Cek juga harga buyback emas Antam.
Market 38 menit yang lalu

Ada yang Ketok Dividen Hari Ini, Biasanya Gede

Salah satu saham yang menarik untuk dikoleksi adalah saham BRI (BBRI). BBRI sendiri menggelar RUPST hari ini.
Market 59 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 1 jam yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 2 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia