Senin, 24 Maret 2025

Robot AI Bisa Jadi Kunci untuk Merawat Lansia

Penulis : Grace El Dora
28 Feb 2025 | 19:39 WIB
BAGIKAN
AIREC, robot humanoid yang digerakkan oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI), mendemonstrasikan manuver untuk mengganti popok atau mencegah luka baring dengan seorang peneliti di laboratorium Universitas Waseda di Tokyo, Jepang pada 17 Februari 2025. (Foto: Reuters)
AIREC, robot humanoid yang digerakkan oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI), mendemonstrasikan manuver untuk mengganti popok atau mencegah luka baring dengan seorang peneliti di laboratorium Universitas Waseda di Tokyo, Jepang pada 17 Februari 2025. (Foto: Reuters)

TOKYO, investor.id – Robot dengan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) mungkin jadi kunci untuk merawat populasi lanjut usia (lansia). Baru-baru ini di Tokyo, Jepang, sebuah robot yang digerakkan oleh AI menggerakkan manuver yang digunakan untuk mengganti popok atau mencegah luka baring pada lansia.

Robot itu mencondongkan tubuh ke arah seorang pria yang berbaring telentang. Mesin berbentuk mirip manusia itu dengan lembut meletakkan tangannya di lutut orang tersebut dan tangan lainnya di bahu, lalu menggulingkannya ke samping.

Robot humanoid yang digerakkan oleh kecerdasan buatan seberat 150 kilogram yang disebut AIREC adalah prototipe "pengasuh" masa depan untuk populasi lansia Jepang yang menua dengan cepat dan kekurangan kronis pekerja perawatan lansia.

Advertisement

"Mengingat masyarakat kita yang menua dengan sangat maju dan angka kelahiran yang menurun, kita akan membutuhkan dukungan robot untuk perawatan medis dan lansia, dan dalam kehidupan kita sehari-hari," kata Shigeki Sugano, profesor Universitas Waseda yang memimpin penelitian AIREC dengan pendanaan pemerintah.

Jepang adalah masyarakat yang paling maju di dunia dalam hal penuaan dengan tingkat kelahiran yang menurun, populasi usia kerja yang menyusut, dan kebijakan imigrasi yang ketat.

Robot AI Bisa Jadi Kunci untuk Merawat Lansia
AIREC, robot humanoid yang digerakkan oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI), mendemonstrasikan manuver untuk mengganti popok atau mencegah luka baring dengan seorang peneliti di laboratorium Universitas Waseda di Tokyo, jepang pada 17 Februari 2025. (Foto: Reuters)

Generasi "baby boomer", kelompok yang menonjol akibat lonjakan kelahiran anak pascaperang dari 1947 hingga 1949, semuanya berusia setidaknya 75 tahun pada akhir 2024, yang memperburuk kekurangan pekerja perawatan lanjut usia.

Jumlah bayi yang lahir pada 2024 turun selama sembilan tahun berturut-turut, sebesar 5% ke rekor terendah 720.988, menurut data dari kementerian kesehatan Jepang seperti dikutip Reuters, Jumat (28/2/2025).

Sementara itu, sektor keperawatan Jepang sedang berjuang untuk mengisi lapangan pekerjaan.

Sektor ini hanya memiliki satu pelamar untuk setiap 4,25 pekerjaan yang tersedia pada Desember 2025. Ini jauh lebih buruk daripada rasio pekerjaan terhadap pelamar secara keseluruhan di negara tersebut sebesar 1,22, menurut data pemerintah.

Karena pemerintah berupaya mencari pekerja asing untuk mengisi kesenjangan tersebut, jumlah pekerja asing di sektor ini telah meningkat selama bertahun-tahun. Tetapi hanya sekitar 57.000 yang terisi pada 2023, atau kurang dari 3% dari keseluruhan tenaga kerja di bidang tersebut.

"Kami hampir tidak mampu bertahan dan dalam 10, 15 tahun, situasinya akan sangat suram. Teknologi adalah peluang terbaik kita untuk mencegahnya," ucap Takashi Miyamoto yang bekerja sebagai direktur di Zenkoukai, operator fasilitas perawatan lansia.

Zenkoukai telah secara aktif merangkul teknologi baru, tetapi penggunaan robot sejauh ini terbatas.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 47 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia