Lingkungan Digital yang Aman Akan Mendorong Tumbuhnya Ekonomi Digital

JAKARTA, investor.id - Sebuah data dari National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC) menunjukkan bahwa kasus pornografi anak di Indonesia selama empat tahun terakhir mencapai angka 5.566.015, menempatkan negara ini pada peringkat keempat secara global dan kedua di kawasan Asean.
Data tersebut memberikan gambaran serius mengenai maraknya konten yang berpotensi merugikan perkembangan psikologis anak-anak.
Baca Juga:
Mandatori TTE Hambat Ekonomi DigitalSelain itu, hasil studi yang dipublikasikan di Journal of American Medical Association (JAMA) mengindikasikan bahwa remaja yang menghabiskan waktu lebih dari tiga jam per hari di media sosial memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami masalah kesehatan mental.
Data dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mencatat adanya penangkapan 58 tersangka terkait 47 kasus pornografi anak dalam rentang waktu Mei hingga November 2024, yang mengindikasikan maraknya kasus eksploitasi secara online.
Untuk itu, penting menciptakan lingkungan digital yang aman untuk menciptakan rasa aman dan percaya diri bagi pengguna untuk beraktivitas online, mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi digital, serta memajukan kesejahteraan masyarakat di era digital.
Presiden ISACA Indonesia Chapter 2025-2027, Harun Al Rasyid mengatakan, ISACA Indonesia akan terus mendukung pemerintah, regulator, dan pelaku industri dalam membangun lingkungan digital yang aman, inovatif, dan berkelanjutan.
“ISACA juga akan meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendorong investasi digital dan memperkuat ekosistem tata kelola TI di Indonesia,” kata Harun dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (21/3/2025).
Diketahui, ISACA Indonesia Chapter resmi melantik kepengurusan baru periode 2025-2027 dalam acara Annual General Meeting (AGM) 2025 yang berlangsung bersamaan dengan Monthly Talk & Sharing Session dengan menghadirkan Sandiaga Uno dalam rangka mengdukung peran IT GRC dalam menarik investasi digital.
Proses pemilihan kepengurusan baru ini dilakukan secara transparan dan demokratis, menandai komitmen ISACA Indonesia dalam memperkuat tata kelola organisasi untuk mendukung transformasi digital yang lebih aman dan terpercaya.
Susunan Kepengurusan ISACA Indonesia Chapter 2025-2027 terdiru Presiden: Harun Al Rasyid, Vice President: Richi Aktorian, Chapter Secretary: Erikman Pardamean, Treasurer: Veni Ferawat, dan Membership: Indra Wijaya.
Selanjutnya, Program: Siti Elda Hiererra, Marketing & Communication (Marcom): Asrul Fadillah, Research & Education (R&E): Anjar Priandoyo, Governance, Risk & Assurance (GRA): Reza Rizky Pratama, Audit: Patricia, dan Certification: Rahmat Mulyana
Harun Al Rasyid, menegaskan bahwa kepengurusan baru ISACA Indonesia akan berfokus pada peningkatan IT Governance, Risk, and Compliance (IT GRC) serta memperkuat kesadaran akan pentingnya Cybersecurity, Audit, Digital Trust, dan Sertifikasi Profesional.
Kepengurusan baru juga berkomitmen untuk memperluas jaringan anggota serta meningkatkan kualitas program edukasi dan sertifikasi yang diberikan kepada para profesional di industri teknologi informasi.
ISACA Indonesia Chapter adalah organisasi professional non-profit yang berfokus pada pengembangan dan tata kelola sistem informasi serta manajemen risiko dan kepatuhan di Indonesia.
Dengan berbagai inisiatif dan program edukasi, ISACA Indonesia Chapter terus mendukung para profesional TI dalam menghadapi tantangan industri yang dinamis dan berkembang pesat.
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV