Senin, 24 Maret 2025

Era Digital Menuntut Ekosistem Keamanan Siber Harus Terus Diperkuat

Penulis : Imam Suhartadi
25 Feb 2025 | 21:08 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi serangan siber (cyberattacks). ( Foto: wall-street.com )
Ilustrasi serangan siber (cyberattacks). ( Foto: wall-street.com )

JAKARTA, investor.id - Indonesia kerap menjadi sumber dan tujuan utama anomali keamanan siber.

Anomali keamanan siber dapat berdampak pada penurunan performa perangkat dan jaringan telekomunikasi, yang berpotensi menimbulkan pencurian data hingga penurunan reputasi dan kepercayaan terhadap suatu organisasi. 

Oleh karena itu, ekosistem keamanan siber harus terus diperkuat karena perkembangan digital yang cepat dan ancaman siber yang semakin canggih. 

Advertisement

Salah satu kegiatan yang penting untuk memperkuat ekosistem keamanan siber adalah National Cybersecurity Connect 2025 yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober tahun ini.

“Ekosistem harus diperkuat untuk mempersiapkan keamanan data demi mencapai ketahanan ekonomi nasional serta mengundang para pemilik usaha di Indonesia untuk bergabung dan menjadi bagian dari kolaborasi untuk memajukan ekosistem keamanan siber di Indonesia,” kata Slamet Aji Pamungkas, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian, Badan Siber dan Sandi Negara RI dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (25/2/2025).

Diketahui, sepanjang 2024, Indonesia telah mengalami kenaikan jumlah serangan siber, dalam bentuk infeksi malware, pelanggaran data, serta phishing, sehingga menyebabkan kerugian finansial yang mencapai miliaran rupiah. 

Bentuk serangan siber yang ada saat ini pun semakin canggih karena telah memanfaatkan kecerdasan buatan, sehingga meningkatkan kerentanan individu dan organisasi terhadap dampak kerugian keuangan dan reputasi akibat serangan siber.

Untuk itu, perlu dilakukan kolaborasi strategis antara pemerintah dan dunia usaha untuk mengatasi ancaman siber, guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital.

Ekonomi digital mengalami perkembangan yang pesat di Indonesia. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memperkirakan sektor ini akan bernilai US$360 miliar pada 2030 dan memberikan kontribusi sekitar 20-30% terhadap PDB nasional.

Sebagai informasi, Soft Launching National Cybersecurity Connect 2025 dilaksanakan di Aroem Resto Ballroom Jakarta pada hari Selasa, 25 Februari 2025.

Kegiatan Soft Launching ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan sepert Soegiharto selaku Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS), Firlie Ganinduto selaku Ketua Umum Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI), Slamet Aji Pamungkas selaku Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian, Badan Siber dan Sandi Negara RI serta dihadiri juga oleh Aditya Adiguna selaku Presiden Direktur Naganaya, penyelenggara dari National Cybersecurity Connect 2025. 

Dalam Soft Launching ini, dipaparkan informasi-informasi penting berkenaan dengan penyelenggaraan National Cybersecurity Connect 2025, termasuk penjelasan kegiatan CyberSEC Startup Challenge 2025 oleh Drs. Yedi Sabaryadi selaku Sekretaris Direktorat Industri Kecil Menengah dan Aneka, Kementerian Perindustrian RI dan juga Cahyono Adhifatra selaku Direktur Keamanan Siber & Sandi Industri, Badan Siber & Sandi Negara RI. 

“Keberadaan CyberSEC Startup Challenge ini diharapkan dapat merangsang tumbuh kembang industri keamanan siber di Indonesia,” kata Slamet Aji Pamungkas. 

Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 8 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 37 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia