Era Digital Menuntut Ekosistem Keamanan Siber Harus Terus Diperkuat

JAKARTA, investor.id - Indonesia kerap menjadi sumber dan tujuan utama anomali keamanan siber.
Anomali keamanan siber dapat berdampak pada penurunan performa perangkat dan jaringan telekomunikasi, yang berpotensi menimbulkan pencurian data hingga penurunan reputasi dan kepercayaan terhadap suatu organisasi.
Oleh karena itu, ekosistem keamanan siber harus terus diperkuat karena perkembangan digital yang cepat dan ancaman siber yang semakin canggih.
Salah satu kegiatan yang penting untuk memperkuat ekosistem keamanan siber adalah National Cybersecurity Connect 2025 yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober tahun ini.
“Ekosistem harus diperkuat untuk mempersiapkan keamanan data demi mencapai ketahanan ekonomi nasional serta mengundang para pemilik usaha di Indonesia untuk bergabung dan menjadi bagian dari kolaborasi untuk memajukan ekosistem keamanan siber di Indonesia,” kata Slamet Aji Pamungkas, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian, Badan Siber dan Sandi Negara RI dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (25/2/2025).
Diketahui, sepanjang 2024, Indonesia telah mengalami kenaikan jumlah serangan siber, dalam bentuk infeksi malware, pelanggaran data, serta phishing, sehingga menyebabkan kerugian finansial yang mencapai miliaran rupiah.
Bentuk serangan siber yang ada saat ini pun semakin canggih karena telah memanfaatkan kecerdasan buatan, sehingga meningkatkan kerentanan individu dan organisasi terhadap dampak kerugian keuangan dan reputasi akibat serangan siber.
Untuk itu, perlu dilakukan kolaborasi strategis antara pemerintah dan dunia usaha untuk mengatasi ancaman siber, guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital.
Ekonomi digital mengalami perkembangan yang pesat di Indonesia. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memperkirakan sektor ini akan bernilai US$360 miliar pada 2030 dan memberikan kontribusi sekitar 20-30% terhadap PDB nasional.
Sebagai informasi, Soft Launching National Cybersecurity Connect 2025 dilaksanakan di Aroem Resto Ballroom Jakarta pada hari Selasa, 25 Februari 2025.
Kegiatan Soft Launching ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan sepert Soegiharto selaku Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS), Firlie Ganinduto selaku Ketua Umum Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI), Slamet Aji Pamungkas selaku Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian, Badan Siber dan Sandi Negara RI serta dihadiri juga oleh Aditya Adiguna selaku Presiden Direktur Naganaya, penyelenggara dari National Cybersecurity Connect 2025.
Dalam Soft Launching ini, dipaparkan informasi-informasi penting berkenaan dengan penyelenggaraan National Cybersecurity Connect 2025, termasuk penjelasan kegiatan CyberSEC Startup Challenge 2025 oleh Drs. Yedi Sabaryadi selaku Sekretaris Direktorat Industri Kecil Menengah dan Aneka, Kementerian Perindustrian RI dan juga Cahyono Adhifatra selaku Direktur Keamanan Siber & Sandi Industri, Badan Siber & Sandi Negara RI.
“Keberadaan CyberSEC Startup Challenge ini diharapkan dapat merangsang tumbuh kembang industri keamanan siber di Indonesia,” kata Slamet Aji Pamungkas.
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV