Senin, 24 Maret 2025

Indonesia Diprediksi Produksi Beras 13,9 Juta Ton hingga April

Penulis : Arnoldus Kristianus
3 Mar 2025 | 16:02 WIB
BAGIKAN
Petani mengangkat padi saat mulai panen raya di desa Lamsie, kecamatan Kuta Cot Glie, kabupaten Aceh Besar, Aceh, Sabtu (22/2/2025). (ANTARA FOTO/Ampelsa)
Petani mengangkat padi saat mulai panen raya di desa Lamsie, kecamatan Kuta Cot Glie, kabupaten Aceh Besar, Aceh, Sabtu (22/2/2025). (ANTARA FOTO/Ampelsa)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras Januari–April 2025 mencapai 13,95 juta ton beras, atau meningkat sebesar sebesar 2,88 juta ton (25,99%) dibanding Januari-April 2024. Proyeksi ini berdasarkan potensi produksi beras Januari 2025 yang sebesar 1,24 juta ton dan produksi beras Februari–April 2025 diperkirakan mencapai 12,71 juta ton.

“Potensi produksi beras sepanjang Januari–April tahun 2025 diperkirakan menjadi yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir atau sejak Januari-April 2019,” ucap Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Senin (3/3/2025).

BPS memperkirakan produksi padi Januari–April 2025 mencapai 24,22 juta ton gabah kering giling (GKG). Untuk produksi padi Januari 2025 diperkirakan mencapai 2,16 juta ton GKG atau meningkat sebesar 42,32% dibandingkan Januari tahun lalu yang sebesar 1,52 juta ton GKG.

Advertisement

Potensi produksi padi Februari-April 2025 diperkirakan mencapai 22,06 juta ton GKG, atau meningkat sebesar 24,63% dibanding Februari-April 2024.

Produksi padi diperoleh dari hasil perkalian antara luas panen (bersih) dengan produktivitas. Luas panen tanaman padi di lahan sawah dikoreksi dengan besaran konversi galengan. Sementara itu, untuk luas panen tanaman padi di lahan bukan sawah, luas galengan dianggap tidak ada (tidak dikoreksi dengan besaran konversi galengan).

Sementara produksi beras diperoleh dari hasil konversi produksi padi menjadi beras dengan menggunakan angka konversi gabah ke beras dan mempertimbangkan proporsi gabah/beras yang susut/tercecer dan untuk penggunaan nonpangan. Sedangkan produksi padi dan beras dihitung pada level kabupaten/kota.

Adapun luas panen padi Januari 2025 sebesar 0,42 juta hektare, atau meningkat sebesar 41,84% dibandingkan Januari 2024. Angka ini menunjukkan peningkatan sebanyak 0,12 juta hektare atau 41,84% dibandingkan luas panen padi di Januari 2024.

Sedangkan potensi luas panen padi pada Februari–April 2025 diperkirakan mencapai 4,14 juta hektare, atau meningkat sebesar 26,42% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, luas panen padi Januari–April 2025 (Subround I) diperkirakan mencapai 4,56 juta hektare, atau meningkat 0,99 juta hektar atau sebesar 27,69% dibandingkan Januari–April 2024.

“Tentunya angka realisasi nantinya bisa lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan angka potensi bergantung pada kondisi padi pada Februari-April 2025. Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, potensi luas panen padi sepanjang Januari-April tahun 2025 diperkirakan menjadi yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir atau sejak Januari-April 2019,” kata Amalia.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 20 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 49 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia