Senin, 24 Maret 2025

Perlu Win Win Solution Atasi Kemelut Aturan Angkutan Barang

Penulis : Thresa Sandra Desfika
14 Mar 2025 | 08:23 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi angkutan truk. Ist
Ilustrasi angkutan truk. Ist

JAKARTA, investor.id - Pelaku usaha importasi mengimbau pemerintah dapat mencarikan jalan tengah atau win-win solution untuk tetap menjamin kelancaran arus barang dan logistik.

Hal itu berkaitan dengan adanya rencana stop operasi perusahaan angkutan barang yang mempersoalkan aturan pembatasan operasional trucking selama 16 hari yakni menjelang dan pasca Lebaran 2025.

Pengurus Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI), Erwin Taufan mengemukakan jika stop operasi benar-benar terjadi justru dikhawatirkan memengaruhi aktivitas logistik dan melemahkan kegiatan perekonomian nasional. Apalagi pemerintahan Prabowo-Gibran saat ini tengah mengejar target pertumbuhan ekonomi 7 s/d 8%.

Aktivitas di pelabuhan-pelabuhan utama yang layani ekspor impor termasuk di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta yang layani lebih 65% arus barang internasional dan domestik juga berpotensi alami kepadatan lantaran receiving dan delivery terhambat jika trucking melakukan stop operasi.

Advertisement

Oleh karenanya, imbuh Taufan, otoritas pelabuhan maupun pengelola terminal peti kemas ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok perlu mengantisipasi kondisi ini dengan tetap menjaga yard occupancy ratio (YOR) di terminal lini 1 pelabuhan agar terhindar dari kepadatan atau kongesti.

"Kalau kongesti di pelabuhan, ujung-ujungnya kita semua termasuk masyarakat bakal rugi lantaran perputaran ekonomi dan logistik dari sentra-sentra industri (hinterland) maupun pelabuhan akan terimbas lantaran barang menumpuk lebih lama di dalam pelabuhan. Karenanya, pemerintah agar lebih bijaksana dalam merespon persoalan ini," ujar Taufan, pada Jumat (14/3/2025).

Dia mengatakan, selagi masih ada waktu, persoalan pembatasan angkutan barang saat Lebaran tahun ini bisa didiskusikan kembali dengan para stakeholders terkait termasuk dengan GINSI selaku wadah perusahaan importir/pemilik barang.

"Sebaiknya kita duduk bersama antara regulator dan stakholders (pelaku bisnis) melaui asosiasi terkait untuk mencari win-win solution-nya, dengan tujuan agar angkutan penumpang (arus mudik dan balik) Lebaran tetap berlangsung, namun arus logistik juga tidak terhambat," ucap Taufan.

Menurutnya, kelancaran arus barang dan logistik dari dan ke pelabuhan (receiving dan delivery) perlu kepastian karena layanan bongkar muat dan kapal berlangsung nonstop atau 24/7.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 42 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia