Senin, 24 Maret 2025

Peluang Bisnis SPKLU dan SPBKLU Kian Mudah

Penulis : Mardiana Makmu
13 Mar 2025 | 14:27 WIB
BAGIKAN
Petugas memeriksa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk pengisian daya baterai kendaraan listrik di Denpasar, Bali, Senin (23/12/2024). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Petugas memeriksa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk pengisian daya baterai kendaraan listrik di Denpasar, Bali, Senin (23/12/2024). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

JAKARTA, investor.id - Bisnis Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) semakin menjanjikan dengan regulasi yang kian mendukung serta kemudahan perizinan.

National Project Manager ENTREV, Boyke Lakaseru, menyebut bahwa pemerintah telah membuka jalan bagi investor untuk masuk ke sektor ini dengan prosedur yang lebih ringkas dan insentif menarik.

“Peluang bisnis SPKLU dan SPBKLU saat ini sangat terbuka. Pemerintah telah menyiapkan ekosistem yang memudahkan para pelaku usaha untuk berinvestasi, mulai dari perizinan yang lebih sederhana hingga dukungan finansial dan infrastruktur,” ujar Boyke dalam keterangan tertulis.

Advertisement

Boyke menjelaskan bahwa dengan meningkatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia, kebutuhan pada infrastruktur pendukung juga semakin besar. Ia menekankan bahwa pemain bisnis di sektor ini tidak hanya berkontribusi dalam pembangunan ekonomi, tetapi juga dalam upaya dekarbonisasi transportasi nasional.

“Selain keuntungan finansial, bisnis ini juga mendukung target net zero emission Indonesia. Semakin banyak SPKLU dan SPBKLU, semakin cepat pula transisi energi bersih kita,” tambahnya.

Menurut Kepmen ESDM No.24 tahun 2025  jumlah kendaraan listrik di Indonesia akan terus meningkat signifikan. Pemerintah menargetkan 900 ribu unit kendaraan listrik roda empat dan 13 juta unit roda dua pada tahun 2030. Dengan tren ini, kebutuhan SPKLU dan SPBKLU juga akan melonjak drastis.

“Pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia cukup pesat. Proyeksi ini menunjukkan betapa pentingnya pengembangan infrastruktur pendukung seperti SPKLU dan SPBKLU. Jika bisnis ini berkembang dengan baik, kita bisa memastikan transisi energi bersih berjalan lebih cepat,” jelas Boyke.

ENTREV (Enhancing Readiness for The Transition to Electric Vehicles in Indonesia), adalah proyek kolaborasi antara UNDP (United Nations Development Programme) dengan Kementerian ESDM, Direktorat Jenderal GATRIK untuk membangun dan menguatkan ekosistem Electric Vehicle (KBLBB – Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai) di Indonesia.

Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 47 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia