Senin, 24 Maret 2025

VinFast akan Produksi Mobil Listrik di Indonesia dengan Harga Mulai Rp 200 Jutaan

Penulis : Celvin M. Sipahutar
11 Mar 2025 | 16:23 WIB
BAGIKAN
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani memberikan keterangan kepada wartawan usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/2/2025). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani memberikan keterangan kepada wartawan usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/2/2025). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

JAKARTA, investor.id - Mobil listrik (electric vehicle/EV) asal Vietnam VinFast menargetkan dapat memasarkan produknya pada 2026 mendatang. Pabrik VinFast saat ini tengah dibangun di Subang, Jawa Barat dan rencananya mampu memproduksi hingga 50 ribu kendaraan. 

Hal ini disampaikan Menteri investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani setelah mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bersama chairman dan CEO Vingroup di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/3/2025).

"Rencana (selesai produksi) tahun depan mereka bilang, kapasitas 50 ribu kendaraan. Ada beberapa tipe, harga jual Rp 200 juta-Rp 600 juta. Itu yang mereka sampaikan tadi dengan berbagai tipe kendaraan," ujar Rosan.

Advertisement

Rosan memaparkan, VinFast pada tahun sebelumnya telah berinvestasi di Subang untuk membangun pabrik mobil listrik seluas 120 hektar. Rencananya, pabrikan electric vehicles (EV) asal Vietnam itu akan mempoduksi 50 ribu kendaraan per tahun.

Pabrik VinFast rencananya akan memproduksi empat tipe mobil listrik VinFast. Keempatnya adalah VF5, VF6, VF7, dan VF3. 

"Mereka ingin memproduksi 50 ribu kendaraan per tahun dengan investasi itu mencapai Rp 4 triliun," ucap Rosan.

Rosan mengatakan, pabrik VinFast di Subang masih dalam tahap pembangunan. VinFast menargetkan dapat memulai memproduksi mobil listrik pada akhir 2025, sebelum melakukan penjualan di pasar domestik pada 2026 mendatang.

"Dalam waktu sesudah bulan puasa ini untuk pembangunan pabriknya," tutur Rosan.

Lebih lanjut, Rosan menjelaskan bahwa sejauh ini VinFast tak memiliki keluhan terkait investasi pabrik mobil listrik di Subang. Pemerintah, katanya, juga mendorong akselerasi pembangunan pabrik EV tersebut agar dapat cepat melakukan produksi. 

Upaya ini merupakan komitmen pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang ramah bagi para investor. Pemerintah juga mendorong investasi di sektor energi terbarukan sebagai langkah untuk menekan emisi karbon.

Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 34 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 58 menit yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia