BNI Gandeng Investor Bernilai Tinggi dengan Wealth Hub Baru di Singapura

JAKARTA, investor.id – Bank Negara Indonesia (BNI) telah meluncurkan BNI Emerald Singapore untuk memperluas layanan pengelolaan kekayaannya dan menarik klien bernilai tinggi, termasuk diaspora Indonesia di Singapura. Inisiatif ini memperkuat kehadiran global BNI dan menawarkan solusi keuangan yang disesuaikan untuk investor terakreditasi.
Singapura dinobatkan sebagai kota terkaya keempat di dunia, menyalip London, menurut Laporan Kota Terkaya Dunia 2024 dari Henley & Partners seperti dikutip Sabtu (22/3/2025). Negara ini berada di jalur yang tepat untuk melampaui Tokyo, yang berada di peringkat ketiga.
Pada 2023, negara-kota ini menarik 3.400 individu bernilai tinggi (HNWI). Dikenal dengan lingkungannya yang ramah bisnis, Singapura adalah rumah bagi 244.800 jutawan dengan kekayaan yang dapat diinvestasikan sebesar setidaknya US$ 1 juta, bersama dengan 336 centi-jutawan (US$ 100 juta atau lebih) dan 30 miliarder (US$ 1 miliar atau lebih).
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menekankan signifikansi strategis Singapura sebagai pusat keuangan, dengan menyatakan bahwa ekspansi tersebut sejalan dengan komitmen bank untuk bersaing dengan para pemain global dan regional terkemuka di sektor manajemen kekayaan.
“Singapura, sebagai pusat keuangan utama di Asia, merupakan lokasi yang strategis untuk ekspansi ini. Layanan ini dirancang khusus untuk individu dengan kekayaan bersih tinggi dan diaspora Indonesia yang tinggal di Singapura yang memenuhi syarat sebagai investor terakreditasi,” papar Royke, Sabtu.
Melalui kemitraan dengan Schroders dan Fullerton Fund Management, BNI Emerald Singapore menawarkan produk investasi eksklusif bagi investor terakreditasi, yang didefinisikan sebagai mereka yang memiliki aset minimal SGD 2 juta atau pendapatan tahunan sebesar SGD 300.000.
Selain layanan investasi, platform ini menyediakan suku bunga deposito berjangka yang menarik, yang memungkinkan fleksibilitas keuangan yang lebih besar bagi klien.
“Sebagai bank milik negara dengan visi global, kami berkomitmen untuk memberikan solusi keuangan kelas dunia yang disesuaikan dengan klien prioritas kami. Layanan ini tidak hanya memperkuat kehadiran kami di Singapura tetapi juga memperkuat peran kami sebagai mitra tepercaya bagi masyarakat Indonesia yang mencari layanan pengelolaan kekayaan yang canggih di luar negeri,” tambah Royke.
BNI Emerald Singapore menawarkan hak istimewa eksklusif bagi kliennya. Mereka yang membuka rekening dengan setoran minimum USD 300.000 (atau yang setara) menerima layanan limusin bandara gratis ke dan dari Bandara Changi. Klien yang menyetor lebih dari US$ 1 juta mendapatkan akses ke manfaat bernilai tinggi tambahan.
Kepala Pengembangan Bisnis Fullerton Fund Management Mark Yuen menyambut baik kolaborasi ini.
“Kami gembira dapat bekerja sama dengan BNI dalam inisiatif ini. Sebagai spesialis investasi berbasis di Asia yang telah memenangkan penghargaan, kami menghadirkan keahlian mendalam di berbagai kelas aset dan pasar. Kemitraan ini sejalan dengan strategi pertumbuhan global BNI dan akan membantu klien mencapai kesuksesan finansial jangka panjang,” ungkap Mark Yuen.
Lily Choh selaku Kepala Asia Selatan dan CEO Schroders Singapura juga menyoroti pentingnya kolaborasi ini.
“Kami mengucapkan selamat kepada BNI atas peluncuran BNI Emerald Singapura. Dengan lebih dari 200 tahun keahlian investasi, Schroders berada pada posisi yang tepat untuk mendukung investor dengan kekayaan bersih tinggi dalam lanskap keuangan yang kompleks saat ini. Kemitraan ini menggarisbawahi komitmen kami untuk menawarkan solusi investasi tingkat atas di seluruh ekuitas global, Asia, dan AS, ekuitas swasta global semi-likuid, dan pendapatan tetap,” sambungnya.
Peluncuran BNI Emerald Singapura menandai tonggak penting dalam strategi “Go Global” BNI, yang memperkuat kehadiran internasionalnya dan komitmen terhadap inovasi dalam pengelolaan kekayaan.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV