Senin, 24 Maret 2025

60.000 Guru Bakal Direkrut untuk Sekolah Rakyat

Penulis : Celvin Moniaga Sipahutar
10 Mar 2025 | 19:27 WIB
BAGIKAN
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (10/3/2025). (B-Universe Photo/Celvin Sipahutar)
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (10/3/2025). (B-Universe Photo/Celvin Sipahutar)

JAKARTA, investor.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkapkan bahwa Sekolah Rakyat membutuhkan setidaknya 60.000 sebagai tenaga pengajar. Adapun skema perekrutan masih dalam pembahasan.

“Tadi disampaikan 60.000 guru kebutuhannya,” ujar Abdul Mu’ti kepada wartawan setelah mengikuti rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri terkait Sekolah Rakyat di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (10/3/2025).

Abdul Mu’ti mengatakan, pemerintah masih membahas skema perekrutan guru untuk sekolah rakyat. Menurutnya, proses tersebut masih cukup panjang.

Advertisement

“Ya itu nanti kita cari skemanya. Nanti mendistribusikan guru yang sudah ada atau rekrutmen baru,” ungkap Abdul Mu’ti.

Sementara itu, Mendikdasmen juga membicarakan kurikulum yang akan diimplementasikan dalam sekolah rakyat. Terkait hal itu, dia menyatakan bahawa pemerintah telah mempersiapkan dua skema kurikulum.

Pertama, kurikulum sekolah garuda atau sekolah unggulan tingkat SMA yang diperuntukkan bagi siswa berprestasi. Sekolah ini tengah dipersiapkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti). Kedua, kurikulum yang diterapkan di sekolah dasar dan menengah saat ini.

“Kalau sekolah unggul standar internasional kan, yang sekolah unggul garuda itu, tapi kalau kurikulum kami ya sama dengan yang berlaku di Indonesia saat ini,” papar Abdul Mu’ti.

Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan bahwa pihaknya saat ini sudah menyiapkan sekitar 50 Sekolah Rakyat dari angka awal yang ditargetkan yaitu 100 sekolah.

Saat ini, Kemensos masih terus mematangkan pelaksanaan sekolah rakyat, termasuk finalisasi anggaran, perekrutan siswa dan guru, kurikulum, serta pengadaan sarana-prasarana bersama kementerian terkait. Sekolah ini ditargetkan bisa berjalan mulai tahun ajaran 2025-2026.

Sekolah rakyat diharapkan berkontribusi atas terciptanya sumber daya manusia yang unggul di Indonesia. Selain itu, program ini diupayakan sebagai solusi agar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem bisa membawa perubahan bagi keluarganya demi keluar dari jurang kemiskinan dan hidup lebih baik.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 22 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 51 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 2 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia