Peneliti Ekonomi Beri Solusi agar Kenaikan Harga Pangan Jelang Ramadan Dapat Diredam

JAKARTA, investor.id – Peneliti Ekonomi Center of Reform on Economic atau CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menjelaskan, fenomena kenaikan harga kebutuhan pokok atau kebutuhan pangan menjelang Ramadan. Hal yang terjadi setiap tahun ini, menurutnya karena kombinasi beberapa hal.
“Terus berulang akibat kombinasi peningkatan permintaan, gangguan pasokan, praktik monopoli, serta faktor psikologis pasar,” ujar Yusuf Rendy, Minggu (2/3/2025).
Adanya lonjakan konsumsi terhadap komoditas seperti cabai, bawang dan sayuran menjelang Ramadan dan Lebaran semakin diperparah oleh cuaca ekstrem. Sementara di sisi lain, praktik penimbunan oleh oknum menciptakan kelangkaan.
Guna mengatasi fenomena ini diperlukan langkah-langkah terpadu. Termasuk di dalamnya adalah peningkatan produksi pangan domestik. Hal ini penting dilakukan agar pasokan mencukupi lonjakan permintaan.
Langkah lainnya adalah efisiensi distribusi melalui penguatan infrastruktur pertanian atau koordinasi antar instansi. Diperlukan koordinasi dan kolaborasi kuat antara pemerintah dan pihak-pihak terkait.
“Terutama konsolidasi pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, karena kenaikan inflasi pangan akan cukup bervariasi antar daerah. Pemerintah secara umum perlu melihat secara regional bagaimana pergerakan inflasi pangan,” jelasnya.
Selain itu diperlukan pengawasan ketat terhadap praktik monopoli dan penimbunan serta diperkuat dengan regulasi yang tegas.
Yusuf menambahkan pemerintah juga perlu untuk memastikan bantuan dalam bentuk operasi pasar hadir di daerah dengan potensi kenaikan harga pangan yang relatif tinggi dibandingkan daerah lain.
Sementara itu, harga komoditi seperti cabai rawit di pasar tradisional masih tinggi, seperti yang terjadi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Harga cabai rawit mencapai Rp 150 ribu per kilogram.
Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV