Israel Kembali Serang Gaza Menewaskan 326 Orang

Seorang juru bicara kementerian kesehatan Gaza mengatakan jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 326 jiwa.
Di Washington, seorang juru bicara Amerika Serikat (AS) mengatakan Israel telah berkonsultasi dengan pemerintah AS sebelum melakukan serangan. “Hamas bisa saja membebaskan sandera untuk memperpanjang gencatan senjata tetapi malah memilih penolakan dan perang,” kata juru bicara Gedung Putih Brian Hughes.
Di Gaza, para saksi yang dihubungi oleh Reuters mengatakan tank-tank Israel menembaki daerah-daerah di Rafah di Jalur Gaza selatan, memaksa banyak keluarga yang telah kembali setelah gencatan senjata meninggalkan rumah mereka lagi dan menuju ke utara ke Khan Younis.
Kebuntuan
Tim perunding dari Israel dan Hamas telah berada di Doha, sementara mediator dari Mesir dan Qatar berusaha menjembatani kesenjangan antara kedua belah pihak setelah berakhirnya fase awal gencatan senjata.
Kesepakatan gencatan senjata tersebut berhasil memulangkan 33 sandera Israel dan lima warga Thailand oleh kelompok militan di Gaza, dengan imbalan sekitar 2.000 tahanan Palestina.
AS pun mendukung desakan Israel agar para sandera yang tersisa dipulangkan dengan imbalan gencatan senjata jangka panjang, demi menghentikan pertempuran hingga setelah bulan puasa Ramadan bagi umat Muslim dan hari raya Paskah Yahudi pada April 2025.
Baca Juga:
China Tolak Usulan Trump Soal GazaNamun, Hamas bersikeras beralih ke negosiasi untuk mengakhiri perang secara permanen dan penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, sesuai dengan ketentuan perjanjian gencatan senjata awal.
Masing-masing pihak menuduh pihak lain gagal menghormati ketentuan perjanjian gencatan senjata pada Januari 2025. Namun hingga saat ini, kembalinya pertempuran secara penuh telah dihindari.
Militer tidak memberikan perincian tentang serangan yang dilakukan pada Selasa dini hari waktu setempat. Tetapi otoritas kesehatan Palestina dan saksi yang dihubungi oleh Reuters melaporkan kerusakan di sejumlah wilayah Gaza, tempat ratusan ribu orang tinggal di tempat penampungan sementara atau bangunan yang rusak.
Sebagian besar wilayah Gaza kini hancur setelah 15 bulan pertempuran, yang meletus pada 7 Oktober 2023 ketika ribuan orang bersenjata pimpinan Hamas menyerang komunitas Israel di sekitar daerah kantong tersebut, menewaskan sekitar 1.200 orang, menurut penghitungan Israel, dan menculik 251 sandera ke Gaza.
Kampanye Israel sebagai tanggapan telah menewaskan lebih dari 48.000 orang, menurut otoritas kesehatan Palestina, dan menghancurkan sebagian besar perumahan dan infrastruktur di daerah kantong tersebut, termasuk sistem rumah sakit.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV