PM Netanyahu Sebut Israel Siap Memulai Kembali Pertempuran di Gaza

YERUSALEM, investor.id – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel siap untuk melanjutkan pertempuran di Jalur Gaza kapan saja. "Baik melalui negosiasi atau dengan cara lain," katanya, sambil bersumpah untuk menuntaskan tujuan perang.
"Kami siap untuk melanjutkan pertempuran sengit kapan saja," papar Netanyahu dalam sebuah upacara untuk perwira tempur, seperti dikutip IRNA, Selasa (25/2/2025). Ia menyampaikan hal ini, hanya sehari setelah Israel menghentikan pembebasan tahanan Palestina sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.
"Di Gaza, kami telah melenyapkan sebagian besar pasukan Hamas yang terorganisasi, tetapi jangan ragu. Kami akan menuntaskan tujuan perang ini sepenuhnya, baik melalui negosiasi atau dengan cara lain," imbuhnya.
Pada Selasa, militer Israel telah mengerahkan tank ke wilayah pendudukan Tepi Barat untuk pertama kalinya dalam 23 tahun.
Tindakan Israel itu dikecam oleh kelompok-kelompok Palestina karena dinilai sebagai upaya aneksasi.
Pengerahan tank itu menjadi bagian dari aksi penyerbuan dan penangkapan yang kian intensif oleh Israel, yang telah menyebabkan sekitar 40.000 warga Palestina terusir dari kamp-kamp pengungsi selama lima pekan terakhir.
Kelompok perlawanan Palestina, Jihad Islam, mengutuk tindakan Israel di Tepi Barat yang mengerahkan tank untuk pertama kalinya sejak intifada Palestina kedua berakhir pada 2005.
Jihad Islam bertempur bersama Hamas untuk menghadapi serangan Israel di Jalur Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 48.000 warga Palestina dan menghancurkan hampir seluruh wilayah itu.
Pertempuran untuk sementara terhenti setelah Hamas dan Israel mencapai kesepakatan gencatan senjata bulan lalu.
Ketegangan terus meningkat di Tepi Barat sejak perang Israel melancarkan perang di Gaza. Serangan Israel di wilayah pendudukan itu pada awal Januari menewaskan sedikitnya 60 warga Palestina.
Masyarakat Tahanan Palestina pada Senin (24/2/2025) melaporkan sedikitnya 365 warga Palestina telah ditangkap di Jenin dan Tulkarem selama serangan terbaru Israel.
Wali Kota Jenin juga melaporkan adanya kerusakan besar di kamp pengungsi di kota itu. Dia mengatakan, sebanyak 120 rumah hancur total dan banyak rumah lainnya rusak.
Pada Minggu (23/2/2025), Israel memerintahkan pasukannya untuk bersiap "tinggal lebih lama" di Tepi Barat.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV