Senin, 24 Maret 2025

Investasi Energi Bersih China Mendekati Skala Fosil Global

Penulis : Happy Amanda Amalia
22 Feb 2025 | 13:19 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Seorang teknisi perempuan memeriksa panel surya fotovoltaik. (Freepik)
Ilustrasi Seorang teknisi perempuan memeriksa panel surya fotovoltaik. (Freepik)

BEIJING, investor.id – Laporan riset dari Carbon Bries di Inggris menunjukkan bahwa Pemerintah China telah menginvestasikan 6,8 triliun yuan (US$ 940 miliar) untuk energi bersih pada 2024. Angka ini mendekati investasi global sebesar US$ 1,12 triliun untuk bahan bakar fosil.

Meskipun pertumbuhan investasi energi bersih di China melambat dari 40% pada 2023 menjadi 7% karena kelebihan kapasitas. Lebih dari separuh investasi tersebut berasal dari industri kendaraan listrik, baterai, dan tenaga surya yang sedang berkembang di Negeri Tirai Bambu.

Menurut penelitian Carbon Brief, yang dilakukan oleh para analis di Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (CREA) yang berbasis di Helsinki, kontribusi sektor itu terhadap produk domestic bruto (PDB) China tumbuh menjadi 10% pada tahun 2024, naik dari 9% pada 2023.

Advertisement

Energi bersih juga dilaporkan tumbuh tiga kali lebih cepat daripada ekonomi China, tetapi kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi di negara itu turun menjadi 26% dari PDB tahun lalu dibandingkan dengan 40% pada 2023. Hal ini seiring dengan merosotnya pertumbuhan ekonomi energi bersih.

Energi bersih didefinisikan sebagai industri yang mencakup kendaraan listrik dan baterai, manufaktur terbarukan dan pembangkit listrik, kereta api, jaringan listrik dan penyimpanan serta efisiensi energi.

“Kontribusi yang lebih lemah terhadap pertumbuhan PDB juga disebabkan oleh deflasi dan jatuhnya harga peralatan energi terbarukan seperti tenaga surya dan baterai, meskipun harga yang lebih rendah membantu meningkatkan adopsi energi terbarukan,” demikian menurut laporan tersebut, dilansir Reuters.

Industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang sedang berkembang di China tercatat menyumbangkan bagian terbesar dari PDB. Yang mana 3 triliun yuan PDB dari produksi EV dan hibrida sementara 1,4 triliun yuan datang dari investasi pabrik. Infrastruktur pengisian daya pun menyumbang 122 miliar yuan.

Tenaga surya juga diklaim sebagai penyumbang PDB terbesar berikutnya sebesar 2,8 triliun yuan, dengan 1 triliun di antaranya terkait dengan investasi dalam proyek pembangkit listrik.

Ada pun ivestasi manufaktur tenaga surya menyumbang 779 miliar yuan terhadap PDB, berada di bawah pembangkit listrik karena harga panel surya China mencapai titik terendah sepanjang masa. Ekspor komponen dan pembangkit listrik masing-masing menyumbang 607 miliar dan 386 miliar yuan.

Para peneliti memperkirakan pertumbuhan investasi energi bersih terus berlanjut dengan cepat hingga 2025, tahun terakhir dari rencana lima tahun saat ini. Namun mereka mengatakan memiliki target yang lebih ambisius untuk rencana berikutnya pada  2026-2030 guna mempertahankan tingkat penyebaran energi bersih saat ini.

Editor: Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 21 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 50 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 2 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia