Senin, 24 Maret 2025

Tugu Insurance Optimistis Spin Off UUS Berjalan Mulus  

Penulis : Harso Kurniawan
21 Mar 2025 | 16:55 WIB
BAGIKAN
Tugu Insurance sukses membukukan kinerja positifnya, di mana laba inti konsolidasi tercatat mengalami peningkatan 62,7% atau Rp 706 miliar.
Tugu Insurance sukses membukukan kinerja positifnya, di mana laba inti konsolidasi tercatat mengalami peningkatan 62,7% atau Rp 706 miliar.

JAKARTA, Investor.id – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance/TUGU) optimistis bisnis unit usaha syariah (UUS) akan tumbuh solid. Ini sejalan dengan rencana perseroan yang akan melakukan pemisahan (spin off) UUS pada 2025. 

Lewat aksi korporasi ini, Tugu Insurance diyakini akan lebih mengoptimalkan potensi sekaligus peluang pasar industri asuransi syariah di Tanah Air. Pada Desember 2024, UUS Tugu Insurance mencatatkan kinerja positif dengan raihan pertumbuhan premi secara tahun hampir 100%. 

“Perusahaan mencatat proporsi syariah terhadap konvensional masih berada di bawah 5%, sehingga masih besar peluang untuk tumbuh,” jelas Tatang Nurhidayat, presiden direktur Tugu Insurance, dalam siaran pers, dikutip Jumat (21/3/2025). 

Advertisement

Menurut Tatang, aksi spin off UUS diyakini akan berdampak positif terhadap kinerja perseroan. Oleh sebab itu, dalam memilih metode spin off, perseroan telah melakukan kajian feasibility. Kajian ini dibuat dengan mempertimbangkan potensi market asuransi syariah di Indonesia, kondisi industri dan perseroan saat ini, serta beberapa aspek lainnya. 

“Kami menilai spin off sebagai peluang sekaligus tantangan bagi perkembangan industri asuransi syariah ke depannya. Hal ini membuat Tugu Insurance juga ikut menyusun berbagai strategi dalam usaha mencapai kinerja positif di 2025,” jelas dia. 

Dalam menyukseskan proses spin off, kata Tatang, pembentukan struktur organisasi dan pemenuhan sumber daya manusia (SDM) menjadi dua hal krusial yang harus dipersiapkan sebagai fondasi dalam keberlangsungan kinerja perseroan ke depan. Makanya, perseroan sudah mulai melakukan analisis terhadap pemenuhan SDM tersebut. 

Tatang melanjutkan, hal penting lainnya dalam proses spin off adalah terkait dengan pengembangan produk yang spesifik. Pasalnya, kata Tatang, pengembangan produk membutuhkan waktu, biaya serta sumber daya yang cukup besar. 

Selain itu, demikian Tatang, dibutuhkan pula strategi khusus untuk melakukan pengelolaan risiko dan pengembangan pemasaran. Namun, produk spesifik ini bisa membuka peluang untuk menghadirkan diferensiasi produk yang berbeda dari produk konvensional, sehingga dapat meningkatkan keunggulan kompetitif. 

Sejauh ini, kata Tatang, telah melakukan melakukan monitoring yang ketat terhadap timeline spin off UUS. Dengan sejumlah persiapan yang telah dilakukan, Tatang optimistis spin off bisa dirampungkan tahun ini. 

“Saat ini kami masih dalam melakukan tahapan-tahapan proses persiapan pemisahan UUS dan masih sesuai dengan timeline yang ditetapkan perusahaan,” tutup dia.
 

Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 32 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 56 menit yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia