Senin, 24 Maret 2025

Kinerja Positif, Tugu Insurance Bukukan Laba Inti Rp 706 Miliar

Penulis : Yurike Metriani
4 Mar 2025 | 19:18 WIB
BAGIKAN
Tugu Insurance sukses membukukan kinerja positifnya, di mana laba inti konsolidasi tercatat mengalami peningkatan 62,7% atau Rp 706 miliar.
Tugu Insurance sukses membukukan kinerja positifnya, di mana laba inti konsolidasi tercatat mengalami peningkatan 62,7% atau Rp 706 miliar.

JAKARTA, investor.id – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) sukses membukukan kinerja positifnya, di mana laba inti atau core net profit konsolidasi tercatat mengalami peningkatan 62,7% atau senilai Rp 706 miliar dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp 434 miliar. Keberhasilan ini menjadi sorotan di tengah kondisi industri yang penuh tantangan pada tahun 2024 lalu.

Perolehan laba inti ini mengecualikan pendapatan satu waktu atau one time revenue senilai Rp 868 miliar yang diterima Tugu Insurance pada 2023. Di sisi lain, kinerja operasional Tugu Insurance masih tetap bertumbuh, meskipun laba bersih terlihat turun 47% year on year (YoY) dari Rp 1,32 triliun pada 2023 menjadi Rp 700,85 miliar di tahun 2024, yang disebabkan Tugu Insurance tidak lagi membukukan pendapatan lain-lain sekali waktu dari kemenangan kasus atas Citibank (N.A).

Direktur Keuangan & Layanan Korporat Tugu Insurance, Emil Hakim menyampaikan bahwa dalam kinerja Tugu Insurance ini turut ditopang oleh beberapa lini bisnis utama, yaitu segmen asuransi kebakaran dan properti (naik 38,2% YoY menjadi Rp 3,81 triliun) dan segmen asuransi energi terutama onshore (395% YoY dengan nilai Rp 338,76 miliar).

“Peningkatan laba inti Tugu Insurance ini disebabkan karena pertumbuhan premi bruto dan pendapatan usaha lainnya yang diperoleh perusahaan. Selain itu, perusahaan juga mampu menjaga stabilitas beban komisi dan juga beban klaim,” jelas Emil.

Advertisement

Tercatat Tugu Insurance menghasilkan peningkatan premi bruto sebesar 10,73% YoY menjadi Rp 8,54 triliun. Pendapatan underwriting juga naik 13,8% YoY menjadi Rp 2,97 triliun. Selain itu, pendapatan usaha lainnya turut mengalami peningkatan sebesar 29,28% YoY menjadi Rp 519,85 miliar.

Sementara untuk ekuitas sendiri terlihat positif di angka 2,22% atau senilai Rp10,5 triliun dari tahun sebelumnya. Pada akhir Desember 2024, Risk Based Capital (RBC) Tugu Insurance mencapai 432%, yang jauh lebih tinggi dari rata-rata industri di 326%.

Di tahun 2025 ini, Tugu Insurance tetap fokus dengan strategi yang telah dijalankan di tahun sebelumnya dimana akan senantiasa mengelola risiko yang dimiliki perusahaan dengan tepat, mengoptimalkan kerja sama dengan para business partner di beberapa sektor andalan dan melakukan penetrasi agresif pada berbagai distribution channel baru. Tujuannya adalah untuk memperluas jangkauan pasar dengan harapan Tugu Insurance mampu untuk terus tumbuh dan menunjukkan kinerja terbaiknya. Tugu Insurance juga akan tetap memberikan layanan terbaik melalui digitalisasi dalam berbagai aspek, baik di mulai dari proses pembelian, pelaporan klaim dan juga layanan pelanggan lainnya.

Editor: Yurike Metriani (yurikemetriani@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 42 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia