Aktivis Buruh Geruduk Rumah Keluarga Lukminto, Eks Pemilik Sritex

SOLO, investor.id - Puluhan aktivis buruh menggelar aksi demonstrasi di depan kediaman keluarga eks pemilik PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Tbk yang berada di Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (21/3/2025).
Para buruh tersebut berjajar di sepanjang jalan depan rumah eks bos Sritex sambil membawa spanduk bertuliskan “Aksi Solidaritas Partai Buruh dan KSPI untuk Buruh Sritex: 1. Bayarkan pesangon untuk buruh sritex, 2. Bayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk buruh Sritex”.
Para buruh pun menunjukkan sejumlah poster bertuliskan “Bayar Tunjangan Hari Raya THR Buruh Sritex”, Jangan Tindas Buruh, Rakyat Kecil dan Rakyat Miskin”, “Bayar Pesangon Buruh PT Sritex” dan tuntutan lainnya.
Di tengah-tengah pembacaan orasi, para peserta aksi sempat merebahkan badan di atas aspal saat lagu “Gugur Bunga” diputar.
Sempat terjadi ketegangan saat peserta aksi diminta untuk berpindah lokasi lantaran posisi mereka menutup separuh Jalan Bhayangkara sehingga membuat kemacetan arus lalu lintas.
Ketegangan tidak berlangsung lama setelah korlap dan pihak keamanan berdiskusi, akhirnya disepakati lokasi aksi digeser di sepanjang jalur lambat Jalan Dr Radjiman yang berada di sisi timur lokasi awal demo.
Usai membacakan tuntutan para buruh agar keluarga Lukminto, khususnya Iwan Kurniawan Lukminto selaku Direktur Utama (Dirut) PT Sritex Tbk, untuk segera membayar pesangon dan THR eks karyawan PT Sritex, para peserta aksi pun membubarkan diri sekitar pukul 14.00 WIB.
Penanggung Jawab Aksi Solidaritas Buruh Sritex, Aulia Hakim mengatakan, aksi demo tersebut merupakan bentuk solidaritas para buruh di Jawa Tengah terhadap nasib eks karyawan PT Sritex yang belum mendapatkan THR dan pesangon.
Aulia mengatakan, kehadiran Partai Buruh dan KSPI Jawa Tengah di depan kediaman keluarga Lukminto karena melihat sebuah peristiwa yang menurutnya adalah bentuk penzaliman terhadap buruh.
“Karena setelah kami amati selama tiga bulan ini ternyata keluarga Lukminto itu kaya raya, namun di sisi lain sampai saat ini kawan-kawan kami di Sritex belum ada kepastian pembayaran pesangon dan THR 2025,” ujarnya kepada awak media.
Ia mengakui jika berdasarkan hukum kepailitan, pembayaran pesangon dan THR eks karyawan PT Sritex saat ini berada di tangan kurator yang dalam posisi masih menunggu penjualan aset.
Namun, seharusnya jika menilik dari kekayaan yang dimiliki keluarga eks bos Sritex tersebut sangat mampu untuk membayar hak karyawannya tanpa harus menunggu uang penjualan aset.
“Dari data yang kami miliki kekayaan keluarga Lukminto masih diatas Rp50 triliun, di sisi lain untuk membayar pesangon dan THR buruh Sritex hanya butuh Rp25 miliar. Artinya kalau dibayar dengan harta pribadi mereka tidak akan jatuh miskin,” tutur Aulia.
“Jadi kami ingin mengetuk hati nurani Bapak Iwan Kurniawan agar bisa membayarkan hak karyawan apalagi Lebaran tinggal satu minggu, segera dibayar THR teman-teman buruh Sritex tanpa harus menunggu penjualan aset,” tandasnya.
Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV