Ceria Group Jalankan Hilirisasi dan Pengembangan Industri Melalui Smelter Merah Putih

JAKARTA,investor.id – PT Ceria Nugraha Indotama konsisten menjalankan hilirisasi melalui operasional smelter Merah Putih. Smelter ini sepenuhnya merupakan investasi lokal yang mempekerjakan seluruh tenaga kerja lokal.
"Di Indonesia, terdapat 147 smelter, namun hanya smelter ‘Merah Putih’ milik PT Ceria yang sepenuhnya dijalankan oleh anak bangsa. Hal ini seharusnya menjadi kebanggaan nasional," ujar Direktur Operasional PT Ceria Nugraha Indotama dalam pernyataan resmi yang diterima pada Jumat (14/3/2025).
Perusahaan ini menjalankan implementasi Good Mining Practice serta prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) yang diterapkan secara konsisten termasuk business process Ceria sebagai perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang telah bersiap menjadi global player untuk memproduksi bahan baku baterai kendaraan listrik (EV).
Menurut dia, keberadaan smelter ‘Merah Putih’ perlu mendapat apresiasi, perlindungan, dan perhatian, karena anak bangsa telah berusaha mandiri dan berkarya di tanah air mereka sendiri. Smelter ‘Merah Putih’ merupakan bagian dari Asta Cita yang diprakarsai oleh Presiden Prabowo Subianto. Dari delapan poin Asta Cita, tiga poin di antaranya tercermin langsung di smelter ini, yaitu hilirisasi, peningkatan kualitas tenaga kerja, serta pemberdayaan ekonomi desa.
"Tiga poin Asta Cita tersebut ada di sini. Oleh karena itu, smelter ini perlu dijaga dan dilindungi, agar operasionalnya berjalan lancar dan aman demi kemajuan Indonesia," terang Yusram.
Panglima Kodam (Pangdam) XIV Hasanuddin Mayjen TNI Windiyatno menyatakan bangga dan mendukung penuh investasi smelter ‘Merah Putih’ yang sepenuhnya digerakkan oleh pengusaha nasional. Pasalnya, langkah perusahaan pertambangan nikel ini menjadi wujud nyata implementasi Asta Cita program hilirisasi mineral yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional yang berkelanjutan.
"Kita bangga karena 100% pekerjanya dari bangsa sendiri dan kebanyakan masyarakat lokal," kata Windiyatno.
Sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Objek Vital Nasional (Obvitnas), Pangdam bertanggungjawab untuk memastikan stabilitas keamanan dan kelancaran operasional serta keberlanjutan industri smelter ‘Merah Putih’ Ceria Group yang akan segera beroperasi.
Windiyatno memberikan perhatian khusus kepada Ceria atas kontribusinya dalam industri pertambangan nasional yang mendukung hilirisasi mineral dalam negeri, sekaligus mengapresiasi komunikasi yang telah terjalin dengan sangat baik antara Ceria Group dan aparat keamanan. Lebih lanjut, Windiyatno juga berpesan kepada seluruh stake holder agar senantiasa menjaga eksistensi Ceria Group di daerah itu.
“Kami sangat bangga melihat tenaga kerja lokal yang ada disini yang merupakan masa depan bangsa. Kami dari TNI akan terus berkomitmen untuk membantu menjaga keamanan wilayah IUP Ceria serta memperkuat koordinasi yang telah terjalin dengan baik,” tutur Windyatno.
Editor: Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@ymail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV