Pemerintah Janji Normalisasi Sungai Ciliwung Tanpa Gusur Pemukiman Warga

JAKARTA, investor.id – Gubernur Jakarta Pramono Anung bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid berkomitmen mengakhiri banjir Jakarta. Mereka berencana melakukan normalisasi Sungai Ciliwung, tanpa melakukan penggusuran pemukiman warga Jakarta.
“Bagaimana masalah banjir di Jakarta bisa kita atasi bersama-sama. Memang ada masalah-masalah tapi mudah-mudahan banjir Jakarta berhenti tahun ini ya. Insyaallah,” kata Dody di Kantornya, dikutip pada Jumat (14/3/2025).
Sementara Gubernur Jakarta Pramono Anung menyampaikan terima kasih atas dukungan Menteri PU dan Menteri ATR untuk mengatasi banjir yang terjadi Jakarta dengan melakukan normalisasi Sungai Ciliwung. Dia menegaskan bahwa normalisasi Sungai Ciliwung akan dilakukan dengan pendekatan manusiawi.
Baca Juga:
Bangunan Penyebab Banjir di Puncak, Sentul, hingga Bekasi akan Dibongkar dan Sertifikat Dicabut“Pada prinsipnya di dalam melakukan normalisasi ini kita betul-betul akan melakukan dekatan kepada warga secara manusiawi. Dan kami berprinsip tidak akan melakukan penggusuran. Semua yang kami lakukan harus secara bersama-sama dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah Jakarta dan warga yang memang terdampak kalau normalisasi itu dilakukan,” jelasnya.
Pramono mengatakan, dengan dukungan penuh pemerintah pusat dan kerjasama masyarakat, proses normalisasi dapat dilakukan dengan baik dan bisa mengurai 40% banjir Jakarta.
Di sisi lain, Menteri ATR/BPN, Nusron mengaku akan memberikan dukungan penuh pada Kementerian PU dan Gubernur Jakarta dengan memberikan pengadaan tanah. Dia menegaskan bahwa hasil diskusi disepakati total tanah yang dibutuhkan adalah 11 hektare atau setara 16 kilometer.
“Tadi sudah disepakati dari Pengadegan sampai di kawasan Rawajati. Totalnya sekitar 11 hektare atau 16 kilometer di sepanjang sungai Ciliwung,” terang Nusron.
Dia juga bilang, Kementerian ATR/BPN telah membuatkan time frame untuk pengadaan tanah dan skema sertifikasi. Dia mengatakan pengadaan tanah akan selesai di akhir bulan Mei supaya dapat segera dibangun.
“Maka dipastikan pada awal bulan Juni pembangunan itu sudah bisa dilakukan. Karena lahannya sudah clean and clean,” pungkas Nusron.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV