Senin, 24 Maret 2025

Dukung Keberlanjutan Industri Pertambangan Nasional Lewat Inovasi Pelumas

Penulis : Happy Amanda Amalia
3 Mar 2025 | 20:29 WIB
BAGIKAN
PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI). (Istimewa)
PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI). (Istimewa)

JAKARTA, investor.id – PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI) menegaskan komitmennya  mendukung industri pertambangan nasional dengan menghadirkan solusi inovatif pelumasan canggih guna meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan produktivitas, serta mendukung keberlanjutan industri pertambangan.

Menurut Business Development Commercial Lubricants FX Yanto, ExxonMobil memahami tantangan-tantangan yang dihadapi sektor pertambangan Indonesia berdasarkan pengalaman selama lebih dari 125 tahun. Oleh karena itu perusahaan berkomitmen untuk memberikan solusi holistik guna mencapai efisiensi operasional yang optimal.

“EMLI menghadirkan solusi pelumasan yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan produktivitas, serta mendukung keberlanjutan industri pertambangan di Indonesia,” ujar dia dalam forum Indonesia Mining Outlook 2025.

Advertisement

Salah satu produk yang menjadi unggulan adalah Mobilgrease XHP 462 Moly, sejenis gemuk litium kompleks yang diformulasikan khusus untuk aplikasi berat dan kondisi operasional ekstrem. Dengan kandungan 3% molibdenum disulfida, produk ini memberikan perlindungan superior terhadap keausan, menjadikannya ideal untuk aplikasi seperti pin, bushing, dan fifth wheel.

Dengan pelumas berkualitas tinggi dan dukungan teknis dari tim ahli kami, kami membantu pelanggan meningkatkan produktivitas dan mengurangi downtime peralatan,” ujar Yanto.

Sebagai salah satu produsen batu bara terbesar, Indonesia menyumbang 440,85 juta ton ke pasar global dengan China dan India sebagai pasar utama. Selain itu, Indonesia juga mendominasi pasokan 54% nikel dunia serta memiliki cadangan signifikan untuk mineral kritis dan strategis, seperti timah, bauksit, emas dan tembaga. Kekayaan mineral tersebut tidak hanya menjadi pondasi ekonomi nasional, tetapi juga pendorong utama teknologi energi bersih, termasuk baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan sistem penyimpanan energi terbarukan.

Direktur Eksekutif Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) Bambang Tjahjono mengungkapkan terdapat peluang bagi pelaku jasa pertambangan di industri batu bara dan mineral pada 2025.

”Tambang-tambang besar saat ini hampir mencapai puncak kapasitasnya. Namun, terdapat peluang untuk beroperasi di pertambangan skala menengah dan kecil yang terus tumbuh dan diharapkan bisa meningkatkan permintaan jasa kontraktor,” kata dia.

Kendati demikian, industri ini menghadapi beberapa tantangan seperti desakan global untuk mengurangi emisi karbon, tuntutan praktik berkelanjutan, dan kebutuhan hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah produk. Selain itu, tantangan operasional seperti kondisi ekstrem, konsumsi energi tinggi, dan kemungkinan downtime peralatan juga menjadi faktor yang dapat menurunkan produktivitas dan daya saing.

Dalam menghadapi tantangan industri pertambangan, diperlukan strategi lintas sektor yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong transformasi yang lebih berkelanjutan. Oleh karena itu, Ketua Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Priyadi Sutarso menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, serta asosiasi dan think tank dalam menciptakan kebijakan dan solusi inovatif.

“Sinergi yang erat diperlukan untuk menghasilkan kebijakan dan solusi yang tidak hanya memperkuat daya saing industri, tetapi juga menjawab tuntutan global terhadap praktik pertambangan yang lebih bertanggung jawab,” ujarnya.

Editor: Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 46 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia