Minat Gen Z Membangun UMKM Kuliner Semakin Meningkat

JAKARTA, investor.id – Minat Gen Z (generasi Z) dan milenial membangun UMKM di bidang kuliner semakin meningkat. Generasi ini juga sekaligus menjadi pasar yang besar. Program pengembangan UMKM yang komprehensif dapat membantu mereka mengembangkan usaha kulinernya.
“UMKM berperan penting bagi ekonomi di Indonesia sehingga perlu didukung keberadaannya. Kalau UMKM nya berkembang, GDP nya juga berkembang. Apalagi generasi sekarang, Gen Z dan milenial banyak yang buka startup kuliner,” kata Marketing Director PT. Flora Food Indonesia, Ade Savitri, di sela peluncuran BlueBand Professional UMKM Star #AhlinyaRasaSukses di Jakarta, Selasa (18/2/2025).
Tak hanya menjadi pelaku UMKM kuliner, Stefanie Kurniadi dari Foodizz Academy memaparkan, Gen Z juga menjadi pasar yang besar bagi bisnis kuliner. “Kami berada dalam satu industri dari tiga kebutuhan pokok, yaitu kuliner, dan dengan populasi masyarakat yang besar. Ibaratnya buka pagar rumah, taro meja, bisa jualan makanan. Apalagi, jumlah pasar terbesar kuliner adalah Gen Z yang populasinya semakin membesar. Gen Z ini gak punya kebiasaan masak di rumah, senangnya beli di luar. Jadi ini potensi yang besar sekali bagi bisnis kuliner. Lihat saja, setiap hari ada saja makanan yang viral,” papar Stefanie.
Baca Juga:
Mendorong Pertumbuhan Kredit UMKMMeski begitu, Stefanie menegaskan, para UMKM, termasuk Gen Z harus tahu bagaimana menjadi UMKM kuliner yang bisa memenangkan persaingan. “Harus tahu bagaimana untuk jadi excellent, harus ada inovasi produk, supaya bisa memenangkan persaingan,” ujar Stefanie.
Sebagai generasi yang melek teknologi, Chef Rahmat menilai UMKM yang dilakukan Gen Z harusnya bisa lebih sukses. Karena itu, ia menegeaskan, “Level UMKM yang berbasis tradisonal harus dinaikkan, jangan tertinggal jauh dengan yang menggunakan teknologi. Higienitas juga harus diproritaskan,” ujar Chef Rahmat.
Tak kurang pengusaha Martabak Pecenongan 78, Sinta Wiryawan memberikan kiat sukses berbisnis kuliner. “Saya memulai dengan jualan martabak 777 SB di emperan toko, yang menjadi cikal bakal Martabak Pecenongan 78. Martabak saya enak karena menggunakan bahan premium termasuk margarin berkualitas sehingga aromanya wangi dan juga bervitamin,” kata Sinta.
Baca Juga:
Membawa UMKM ke Tingkat Lebih TinggiSelain bahan premium, keunikan martabak Sinta adalah banyak toping. “Martabak saya banyak toping sehingga menjadi pelopor martabak sultan nomor satu,” ungkap Sinta.
Sinta berpesan, meskipun kualitas martabak yang dibuatnya nomor satu, kadang juga bisa tidak laku. “Saya dulu pernah gak laku seloyang pun. Buat Gen Z,kalau jualan belum laku, jangan patah semangat, terus saja jualan sambil memperbaiki kekurangan,” tandas Sinta.
Untuk membantu UMKM mengembangkan diri, Blueband meluncurkan program pengembangan UMKM yang komprehensif. untuk memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner di Indonesia. Program ini menggabungkan kompetisi digital, master class yang dipandu oleh para ahli, dan dukungan bisnis praktis di Jakarta, Bandung, dan Surabaya mulai Februari hingga Juni 2025.
"Inisiatif ini menunjukkan dedikasi BlueBand yang berkelanjutan untuk mendukung UMKM kuliner Indonesia," ucap Ade Savitri.
Program ini telah mendapat dukungan dari Maman Abdurrahman, ST, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia. “Program ini merupakan salah satu contoh kontribusi positif dalam upaya mendorong UMKM Kuliner untuk naik kelas, lebih berkembang, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian negara di masa mendatang,” kata Maman Abdurrahman.
Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV