Senin, 24 Maret 2025

Wamen ESDM Sebut Ada Praktik Penimbunan di Tengah Polemik LPG 3 Kg

Penulis : Bambang Ismoyo
7 Feb 2025 | 20:45 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (7/2/2025). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (7/2/2025). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut terdapat indikasi praktik penimbunan LPG 3 kilogram (kg) di beberapa wilayah. Praktik tersebut muncul di tengah adanya polemik penjualan gas subsidi tersebut.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan, pihaknya saat ini telah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian.

“Untuk penimbunan, kita kan juga bekerja sama dengan Kepolisian. Jadi indikasinya ada terjadi penimbunan di beberapa titik,” ucap Wamen Yuliot di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (7/2/2025).

Advertisement

Dia pun mewanti-wanti agar tidak ada pihak yang mencari kesempatan di tengah polemik LPG 3 kg. Terlebih, barang tersebut merupakan barang yang disubsidi oleh negara dengan anggaran yang besar, serta diperuntukkan kelas ekonomi ke bawah.

Yuliot bilang, agar praktik ini tak berlangsung berkepanjangan, Kementerian ESDM akan melakukan evaluasi terkait pengawasan, dan menggandeng beberapa pihak termasuk aparat penegak hukum.

“Ya ini kita juga melakukan evaluasi bersama-sama dengan kementerian dan lembaga, termasuk dengan aparat hukum,” tandas dia.

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Golkar, Soedeson Tandra mendesak aparat kepolisian bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang dengan sengaja menimbun LPG 3 kg. Selain itu, terdapat laporan praktik pemindahan isi LPG 3 kg ke tabung lebih besar untuk dijual secara komersial.

Soedeson mengaku menerima laporan bahwa ada individu yang membeli hingga 20 tabung LPG 3 kg. Akibatnya, masyarakat kesulitan mendapatkan gas subsidi dengan harga resmi, yakni Rp 18.000 per tabung.

“Ada yang kemudian menemukan satu orang dia bisa beli sampai 20 tabung. Sehingga itu menyebabkan kelangkaan. Itu harga yang resmi itu Rp 18.000 bisa naik berlipat,” ujar Soedeson kepada wartawan di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/2/2025).

Selain penimbunan, Soedeson juga menyoroti praktik pemindahan isi tabung LPG 3 kg ke tabung yang lebih besar. Gas yang seharusnya disubsidi untuk masyarakat kecil itu kemudian dijual secara komersial tanpa subsidi.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 47 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia