Petugas Bertaruh Nyawa saat Operasi Modifikasi Cuaca

JAKARTA, investor.id – Petugas gabungan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan TNI Angkatan Udara bersama lembaga penyedia transportasi udara swasta bertaruh nyawa saat menjalankan operasi modifikasi cuaca. Mereka mesti menembus gerombolan awan untuk bisa menebar garam (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO).
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan, operasi modifikasi cuaca untuk mengendalikan intensitas hujan tidak mudah dilakukan. Para petugas gabungan yang terbang menggunakan pesawat juga mempertaruhkan keselamatan diri mereka.
Dia bilang, mereka terbang menggunakan pesawat masuk ke dalam gerombolan awan. Lebih tepatnya, mereka menabrak awan penghujan di ketinggian 5.000–8.000 atau lebih di udara. Dalam setiap operasi modifikasi cuaca dengan menaburkan garam (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO).
“Tentu ketika mendapat tugas untuk operasi, mereka juga harap-harap cemas, ya,” kata dia dalam konferensi pers Prediksi Musim Kemarau 2025 di Jakarta, Kamis (13/3/2025), seperti dikutip dari Antara.
Dwikorita menyatakan, tentu BMKG mengedepankan akurasi dalam menganalisa lokasi penyemaian. Selain itu, penting untuk diperhatikan adalah faktor keselamatan bagi tim yang bertugas, termasuk yang berada di pesawat dipertimbangkan sedemikian rupa demi mengurangi risiko.
Tapi di sisi lain, ada banyak faktor seperti dinamika atmosfer yang menjadi tantangan tim di lapangan, salah satunya angin sirkulasi siklonik yang mempengaruhi keberhasilan operasi modifikasi cuaca tersebut.
Anggota DTC Kedeputian Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo mengatakan, saat ini pihaknya masih melangsungkan operasi modifikasi cuaca bersama BNPB, TNI Angkatan Udara untuk mengendalikan intensitas hujan di Jakarta dan Jawa Barat. Operasi modifikasi cuaca ini adalah operasi tahap kedua yang diagendakan berlangsung 11–20 Maret 2025 bersama Pemerintah Provinsi Jakarta dan Jawa Barat.
Tujuannya adalah mengendalikan intensitas hujan dan mempercepat pemulihan dampak banjir di Jakarta dan Jawa Barat. Sebanyak tiga unit pesawat disiapkan untuk penerbangan itu. Koordinasi penerbangan dilakukan dari dua pos yaitu di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta dan Lanud Husein Sastranegara, Jawa Barat.
BMKG dalam prakiraan cuaca masih mendeteksi ada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten pada rentang 10-18 Maret 2025. Ini pula yang menjadi dasar pertimbangan operasi modifikasi cuaca tersebut.
Baca Juga:
Bangunan Penyebab Banjir di Puncak, Sentul, hingga Bekasi akan Dibongkar dan Sertifikat DicabutPada operasi modifikasi cuaca di Jakarta, Selasa (11/3/2025) kemarin, sudah dilakukan tiga sorti penerbangan dengan menggunakan pesawat Casa A-2117 untuk wilayah operasi meliputi Barat Laut Jakarta, Selat Sunda, dan Kepulauan Seribu, daerah Utara Jakarta atau Laut Jawa. Masing-masing sorti penerbangan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 800 kilogram. Pada saat sama di Jawa Barat juga sudah dilakukan dua sorti penerbangan menggunakan armada Casa A-2104.
“Kami di sini bersiaga setiap hari untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, hujan ekstrem, namun kalau diprediksi cuaca hanya normal-normal saja kami standby tidak ada penerbangan,” tandas Budi.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV