Islamic Center di PIK Jadi Simbol Toleransi

JAKARTA, Investor.id - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkap rencana besar Agung Sedayu Group (ASG) untuk membangun islamic center di Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK). Ini menjadi simbol toleransi antarumat beragama.
Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin saat meresmikan proses pemasangan tiang pancang Masjid Al Ikhlas di Simpang Empat-Gate 5 Riverwalk Island, PIK.
Menurut Menag, Al Ikhlas bukanlah satu-satunya Masjid yang akan dibangun di kawasan PIK. Sebab, direncanakan pula pembangunan Masjid Agung Asadiyah PIK yang berkapasitas 5.000 jemaah.
"Masjid Al-Ikhlas PIK adalah masjid keempat yang dibangun di kawasan PIK. Nanti, dibangun lagi satu Masjid Agung yang lebih besar, yang bisa menampung hingga 5 ribu jemaah. Kami beri nama Masjid Agung Asadiyah PIK," kata Nasaruddin dalam siaran pers, dikutip Minggu (9/3/2025).
Masjid inilah yang kemudian disebut Nasaruddin akan dirancang sebagai Islamic Center atau pusat pusat pendidikan serta pengembangan keterampilan umat muslim
"Insya Allah dengan adanya masjid ini, kawasan PIK semakin berkembang menjadi pusat kehidupan beragama dan peradaban," kata dia.
Sementara itu, Direktur Utama ASG Nono Sampono mengungkapkan, pembangunan Masjid dan Islamic Center ini menjadi bagian dari konsep kawasan multikeberagaman yang menghadirkan empat rumah ibadah, yakni masjid, gereja, vihara, dan kelenteng, sebagai simbol toleransi dan harmoni dalam kehidupan beragama.
Masjid Al Ikhlas, kata Nono, akan berdiri di atas lahan sekitar 2.435 meter-persegi. Pembangunannya diperkirakan menelan biaya Rp 45 miliar.
Masjid ini mengusung konsep Islamic Classical Architecture, memadukan elemen klasik dan modern. Bagian eksteriornya berbentuk kotak dengan deretan pilar megah, mencerminkan kesan kokoh, sementara interiornya berbentuk lingkaran, menciptakan suasana spiritual yang damai dan nyaman.
Selain ruang salat utama, masjid ini akan dilengkapi dengan selasar luar, taman hijau, serta akses kendaraan yang terpisah guna meningkatkan kenyamanan jamaah. Dengan kapasitas sekitar 600 orang, Masjid Al-Ikhlas PIK ditargetkan rampung pada akhir 2025.
Nono menegaskan, rumah ibadah umat Islam ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat muslim yang tinggal dan beraktivitas di kawasan PIK 1 dan PIK 2, yang terus berkembang pesat.
Pada kesempatan yang sama, sebagai bagian dari komitmen sosialnya, Agung Sedayu Group juga membagikan 1.000 paket sembako kepada anak yatim, petugas kebersihan, dan pekerja di sekitar kawasan PIK1 dan PIK2.
Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV