Senin, 24 Maret 2025

Pasar Saham Anjlok, Bos BI: Kami Pastikan Aset Keuangan Indonesia Tetap Menarik

Penulis : Arnoldus Kristianus
19 Mar 2025 | 16:32 WIB
BAGIKAN
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Sebagai informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan di BEI pada pukul 11:19:31 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) yang dipicu IHSG mencapai 5%, Pembekukan sementara itu dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.

BEI menyebut, perdagangan saham akan dibekukan selama 30 menit dan setelah itu akan dilanjutkan lagi. Perdagangan akan dilanjutkan pukul 11:49:31 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dalam lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (18/3/2025) pemerintah mendapatkan dana sebesar Rp 28 triliun. Nilai ini lebih besar dari target indikatif sebesar Rp 26 triliun. Dari dana sebesar Rp 28 triliun tersebut, investor asing mencapai Rp 5,33 triliun (19,04%).

Advertisement

Yield yang dicapai relatif baik yaitu pada tingkat yield yang sama dengan di secondary market. Artinya, tidak diperlukan pemberian premium atau tambahan imbal hasil untuk mendapatkan investor,” terang dia.

Spread SUN 10 Tahun terhadap US Treasury (UST) tenor setara cukup rendah, yaitu sebesar 267 bps. Spread ini jauh lebih rendah dibandingkan banyak negara sekelompok (peers) seperti: Meksiko (521 basis poin), Afrika Selatan (629 basis poin), dan Brasil (1070 basis poin). Artinya negara-negara ini harus membayar imbal hasil surat utang jauh lebih mahal terhadap  investor pemilik obligasi.

“Kementerian Keuangan terus mengelola APBN secara prudent dan kredibel untuk mendukung tujuan pembangunan serta menjaga kepercayaan masyarakat dan pelaku ekonomi,” terang Sri Mulyani.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Butuh Stimulus Tambahan

Pasar saham membutuhkan tambahan stimulus demi menangkis efek negatif global
Market 10 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Terkerek Ringan

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini terkerek ringan. Cek juga harga buyback emas Antam.
Market 12 menit yang lalu

Ada yang Ketok Dividen Hari Ini, Biasanya Gede

Salah satu saham yang menarik untuk dikoleksi adalah saham BRI (BBRI). BBRI sendiri menggelar RUPST hari ini.
Market 33 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 1 jam yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia