Pasar Saham Anjlok, Bos BI: Kami Pastikan Aset Keuangan Indonesia Tetap Menarik

Sebagai informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan di BEI pada pukul 11:19:31 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) yang dipicu IHSG mencapai 5%, Pembekukan sementara itu dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.
BEI menyebut, perdagangan saham akan dibekukan selama 30 menit dan setelah itu akan dilanjutkan lagi. Perdagangan akan dilanjutkan pukul 11:49:31 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.
Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dalam lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (18/3/2025) pemerintah mendapatkan dana sebesar Rp 28 triliun. Nilai ini lebih besar dari target indikatif sebesar Rp 26 triliun. Dari dana sebesar Rp 28 triliun tersebut, investor asing mencapai Rp 5,33 triliun (19,04%).
“Yield yang dicapai relatif baik yaitu pada tingkat yield yang sama dengan di secondary market. Artinya, tidak diperlukan pemberian premium atau tambahan imbal hasil untuk mendapatkan investor,” terang dia.
Baca Juga:
Beban Berat Kelangsungan FiskalSpread SUN 10 Tahun terhadap US Treasury (UST) tenor setara cukup rendah, yaitu sebesar 267 bps. Spread ini jauh lebih rendah dibandingkan banyak negara sekelompok (peers) seperti: Meksiko (521 basis poin), Afrika Selatan (629 basis poin), dan Brasil (1070 basis poin). Artinya negara-negara ini harus membayar imbal hasil surat utang jauh lebih mahal terhadap investor pemilik obligasi.
“Kementerian Keuangan terus mengelola APBN secara prudent dan kredibel untuk mendukung tujuan pembangunan serta menjaga kepercayaan masyarakat dan pelaku ekonomi,” terang Sri Mulyani.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV