Senin, 24 Maret 2025

Eramet dan Indonesia Siapkan Roadmap Hilirisasi Nikel untuk Percepat Transisi Energi Hijau

Penulis : Arnoldus Kristianus
4 Mar 2025 | 18:37 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) dan dan CEO Eramet Christel Bories (kiri). (Foto: Kemenko Bidang Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) dan dan CEO Eramet Christel Bories (kiri). (Foto: Kemenko Bidang Perekonomian)

JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan dan CEO Eramet Christel Bories menyepakati perlunya penyusunan roadmap dan estimasi kapasitas produksi Eramet di Indonesia. Hal tersebut akan dijadikan pertimbangan Indonesia dalam pemberian dukungan kepada Eramet sebagai upaya pengembangan ekosistem nikel di Indonesia.

Kesepakatan ini merupakan salah satu pembahasan dari pertemuan antara kedua belah pihak yang berlangsung di Kedutaan Besar Republik Indonesia(KBRI) Paris pada 3 Maret 2025. Pertemuan kali ini membahas tindak lanjut dari rencana investasi Eramet di Indonesia. Eramet merupakan salah satu investor dalam sektor pertambangan dan industri hilir, terutama nikel.

Airlangga menegaskan bahwa antara Indonesia dan Eramet berkomitmen dapat membangun kemitraan yang kuat dalam mempercepat transformasi industri hijau Indonesia dan mendukung rantai pasok global.

Advertisement

“Kemitraan Indonesia dan Eramet memiliki potensi besar untuk mendorong inovasi, memperkuat industri nikel dan baterai kendaraan listrik, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua pihak,” ujar Airlangga dalam pernyataan resmi yang diterima pada Selasa (4/3/2025).

Eramet telah beberapa kali menyampaikan komitmennya kepada Pemerintah Indonesia untuk mendukung hilirisasi industri melalui investasi dalam pengembangan fasilitas manufaktur hijau untuk memproduksi baterai Electric Vehicle (EV), terutama di Weda Bay, Halmahera Tengah. Pemerintah Indonesia menyambut baik usulan tersebut guna mendukung percepatan transisi energi di Indonesia.

“Untuk menjamin komitmen industri hijau tersebut, lokasi industri dimaksud nantinya dapat ditempatkan berdekatan dengan sumber energi hidro guna menjamin penggunaan energi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ucap Airlangga.

CEO Eramet Group, Christel Bories menyampaikan bahwa saat ini Eramet masih memerlukan informasi mengenai ketersediaan bahan baku yang diperlukan untuk pelaksanaan produksi di Indonesia. Dalam pertemuan bilateral tersebut, Eramet menyatakan keinginan untuk berinvestasi lebih lanjut di Indonesia dengan mitra lokal pada sektor critical minerals. Eramet juga berkeinginan mencari peluang investasi, terutama di hilirisasi, dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Eramet juga menyampaikan dukungannya untuk percepatan penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EUCEPA) dengan European Commission, dalam rangka peningkatan investasi dan perdagangan Indonesia dan Uni Eropa, terutama dengan Prancis.

Pada awal Februari lalu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang kini menjabat sebagai CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani bertemu dengan CEO Eramet Group, Christel Bories untuk membahas dukungan hilirisasi mineral kritis dan penguatan rantai pasok baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia.

“Eramet memaparkan rencana investasinya, termasuk eksplorasi wilayah baru di Sulawesi Selatan dan Papua serta pengembangan proyek Responsible Green Electric Vehicle (RGEV) yang melibatkan berbagai mitra strategis. Selain mempercepat pertumbuhan industri EV di Indonesia, kolaborasi ini juga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan transfer teknologi,” demikian ungkap Rosan melalui akun instagram @rosanroeslani.

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 47 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia