Senin, 24 Maret 2025

Hipertensi Harus Ditekan Demi Turunkan Prevalensi Penyakit Kronis

Penulis : Mardiana Makmun
3 Mar 2025 | 17:26 WIB
BAGIKAN
Paparan penyakit ginjal akibat hipertensi dalam seminar Breaking Barriers, Building Health: The Science of Chronic Disease di Jakarta
Paparan penyakit ginjal akibat hipertensi dalam seminar Breaking Barriers, Building Health: The Science of Chronic Disease di Jakarta

JAKARTA, investor.id –Hipertensi atau tekanan darah tinggi berkaitan dengan penyakit kronis, seperti penyakit jantung coroner (PJK), diabetes melitus, gagal ginjal hingga stroke. Karena itu, penyakit hipertensi harus ditekan.

“Penyakit kronis berkaitan erat dengan hipertensi dan merupakan salah satu tantangan terbesar dalam dunia kesehatan saat ini. Oleh karena itu, kami di Prodia berkomitmen untuk memberikan kontribusi dalam meningkatkan pemahaman dokter dan para tenaga medis mengenai pentingnya skrining, deteksi dini, pengelolaan, dan pemantauan penyakit kronis secara holistik,” ujar Routine Product Manager Prodia, Matthew Justyn,  pada Roadshow Seminar Dokter Nasional 2025 di 11 kota besar di Indonesia bertema ‘Breaking Barriers, Building Health: The Science of Chronic Disease’

Data menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi diperkirakan meningkat hingga 29% dari populasi dewasa global pada tahun 2025. Hipertensi merupakan faktor risiko utama yang berkontribusi pada kerusakan organ vital, seperti otak, jantung, ginjal, retina, pembuluh darah besar (aorta), dan pembuluh darah perifer.

Advertisement

Sementara itu, diabetes mellitus juga menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Prevalensi diabetes di tahun 2024 diperkirakan Indonesia memiliki lebih dari 20 juta penderita. Ini menjadikan Indonesia termasuk dalam lima besar dunia dengan jumlah kasus diabetes tertinggi di dunia.

“Diabetes sering kali dikaitkan dengan hipertensi, yang meningkatkan risiko stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung, dan kerusakan ginjal,” ujar dokter penyakit dalam  Prof dr Sidartawan Soegondo,MD, PhD, DTM&H, FINASIM, FACE.

Berdasarkan data WHO, lebih dari 17 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit jantung. Faktor gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, pola makan yang tidak seimbang, dan kurangnya aktivitas fisik, menjadi pemicu utama meningkatnya prevalensi penyakit jantung di Indonesia. Oleh sebab itu, edukasi kepada tenaga medis dan masyarakat menjadi aspek krusial dalam pencegahan dan penanganan penyakit ini.

Kota Jakarta menjadi tuan rumah pertama dari seminar nasional dengan menghadirkan dr Johanes Purwoto, SpPD-KEMD, FINASIM sebagai moderator, serta Prof dr Sidartawan Soegondo,MD, PhD, DTM&H, FINASIM, FACE dan ahli gizi dr Ida Gunawan, Ms, Sp. G.K, Subsp. K. M., FINEM sebagai pemateri.

“Acara ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam mendukung efektivitas pengelolaan penyakit kronis di Indonesia,” tandas matthew.

Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Terkerek Ringan

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini terkerek ringan. Cek juga harga buyback emas Antam.
Market 4 menit yang lalu

Ada yang Ketok Dividen Hari Ini, Biasanya Gede

Salah satu saham yang menarik untuk dikoleksi adalah saham BRI (BBRI). BBRI sendiri menggelar RUPST hari ini.
Market 25 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 54 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia