Saham BYD Melonjak dengan Baterai EV yang Penuh dalam Lima Menit

NEW YORK, investor.id – Saham BYD melonjak dengan peluncuran baterai EV yang terisi penuh dalam lima menit. Saham perusahaan asal China ini melonjak pada Selasa (18/3/2025) setelah perusahaan mengumumkan teknologi baru yang diklaim dapat mengisi daya kendaraan listrik (electric vehicle/ EV) hampir secepat pengisian daya mobil berbahan bakar bensin.
Seperti dikutip CNBC internasional, saham BYD yang terdaftar di Hong Kong melonjak lebih dari 6% tak lama setelah pembukaan. Saham teknologi ini mencapai titik tertinggi baru dalam 52 minggu, setelah terakhir terlihat diperdagangkan sekitar 4,1% lebih tinggi.
BYD pada Senin (17/3/2025) meluncurkan teknologi Super e-Platform baru, yang katanya akan mampu mencapai kecepatan pengisian daya puncak 1.000 kilowatt (kW). Raksasa kendaraan listrik itu mengatakan hal ini akan memungkinkan mobil yang menggunakan teknologi baterai EV yang penuh dalam lima menit tersebut dapat mencapai jarak tempuh 400 kilometer (km).
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada verifikasi klaim ini secara independen dari perusahaan.
"Solusi terbaiknya adalah membuat pengisian daya secepat pengisian bahan bakar mobil berbahan bakar bensin," ucap Ketua dan Presiden BYD Wang Chuanfu pada acara peluncuran tersebut.
Xing Lei, analis otomotif independen China, menggambarkan kemajuan teknologi platform baterai baru BYD sebagai yang tak ada duanya dan menjadi perkembangan yang memilukan bagi para pesaing asingnya.
Baca Juga:
Animo Pemudik EV Diprediksi Naik saat Idulfitri, PLN Siapkan 1.000 SPKLU di Jalur Trans Jawa-Sumatra"Tepat ketika fokus semua orang tampaknya beralih ke smartifikasi, BYD langsung kembali dan berkata tidak, tidak, kami belum selesai dengan elektrifikasi," kata Lei dalam sebuah unggahan di platform sosial LinkedIn.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV