Senin, 24 Maret 2025

Malaysia Temukan 40 Ton Peluru dan Selongsong di Tumpukan Limbah Elektronik

Penulis : Grace El Dora
7 Mar 2025 | 10:32 WIB
BAGIKAN
Menteri Dalam Negeri Malaysia Saifuddin Nasution Ismail (tengah) memeriksa selongsong peluru yang ditemukan di tempat pengolahan limbah elektronik ilegal di Kuala Langat, Malaysia pada Kamis (6/3/2025). (Foto: Facebook/ @Saifudin Nasution Ismail/ vp)
Menteri Dalam Negeri Malaysia Saifuddin Nasution Ismail (tengah) memeriksa selongsong peluru yang ditemukan di tempat pengolahan limbah elektronik ilegal di Kuala Langat, Malaysia pada Kamis (6/3/2025). (Foto: Facebook/ @Saifudin Nasution Ismail/ vp)

KUALA LUMPUR, investor.id – Pemerintah Malaysia menemukan 40 ton peluru dan selongsong di tumpukan limbah elektronik. Peluru tersebut ditemukan dalam operasi penggerebekan sejumlah tempat pengolahan limbah elektronik di beberapa negara bagian pada Februari 2025.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Dalam Negeri Saifuddin Nasution Ismail dalam sebuah pernyataan yang diterima Jumat (7/3/2025).

Operasi terpadu tersebut dilakukan pada 14 Februari 2025 di 46 lokasi di semua negara bagian, kecuali Perlis dan Kuala Lumpur.

Advertisement

Saifuddin mengaku temuan itu menimbulkan persoalan besar dan pihaknya perlu menyelidiki asal peluru serta alasan memasukkannya ke Malaysia. Nilai temuan itu diperkirakan mencapai 3,9 miliar ringgit (sekitar Rp 14,3 triliun).

Menurut pernyataan pemerintah setempat, tempat-tempat pengolahan limbah elektronik itu melanggar peraturan lingkungan hidup.

Saifuddin mengatakan pihaknya telah menerima pengarahan lengkap dari pihak berwenang dan telah memberi tahu perdana menteri terkait masalah tersebut. "Intelijen juga menunjukkan masih ada tempat lain yang beroperasi, dan kami akan terus menindak jaringan ini,” tukasnya, Jumat.

Polisi menangani kasus tersebut berdasarkan Undang-Undang Senjata Api, sedangkan Departemen Lingkungan Hidup mengajukan sedikitnya empat dakwaan. Bea cukai Malaysia dan otoritas lainnya sedang memeriksa dokumen kargo dan rute masuk 40 peluru dan selongsong ke negara itu.

Menurut Saifuddin, tidak tertutup kemungkinan adanya sindikat kejahatan yang terlibat. Penyidikan akan dilakukan secara menyeluruh oleh instansi-instansi terkait hingga penuntutan hukum di pengadilan, katanya.

Sebelumnya, Menteri Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Nik Nazmi Nik Ahmad mengungkapkan bahwa dari tempat-tempat pengolahan limbah elektronik itu, sebanyak 30 di antaranya beroperasi secara ilegal. Pengungkapan ini dilakukan pada sidang Dewan Rakyat Malaysia pada Kamis (6/3/2025).

Kebanyakan lokasinya berada di luar kawasan industri, termasuk ladang sawit dan hutan, tuturnya.

Mereka mempekerjakan pendatang asing tanpa izin (PATI) atau warga asing yang menyalahgunakan izin tinggal.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Terkerek Ringan

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini terkerek ringan. Cek juga harga buyback emas Antam.
Market 3 menit yang lalu

Ada yang Ketok Dividen Hari Ini, Biasanya Gede

Salah satu saham yang menarik untuk dikoleksi adalah saham BRI (BBRI). BBRI sendiri menggelar RUPST hari ini.
Market 24 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 53 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia