PHRI Beberkan Alasan Hotel di Bali Sepi Pengunjung

DENPASAR, investor.id – Okupansi hotel-hotel di Bali cenderung menurun selama Maret ini meskipun jumlah wisatawan asing meningkat. Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Bali membeberkan faktor-faktor yang menjadi penyebab hotel sepi peminat.
Wakil Ketua PHRI Bali, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan, saat ini kunjungan wisatawan ke Bali masih terbilang normal dengan angka 16 ribu-17 ribu per hari, dengan maskapai penerbangan langsung ke Bali sebanyak 42.
Sepinya wisatawan menginap di hotel, terang dia, pertama karena wisatawan yang datang kebanyakan middle-low, bukan middle up. Wisatawan kelompok ini lebih memilh tinggal di villa, quest house, atau home stay untuk tinggal. Hal ini berbeda dengan wisatawan kelompok middle up yang pasti akan tinggal di hotel berbintang.
“Faktor berikutnya saya lihat adanya efisiensi dari pemerintah pusat untuk mengurangi rapat di hotel dan juga menggelar exhibition itu menjadi faktor sehingga (hotel) menjadi sepi," kata I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya.
Selain itu, ada fenomena wisatawan middle low yang datang merupakan imigran yang datang khususnya dari Rusia, Ukraina dan negara lainnya yang memilih tinggal di Bali sekaligus bekerja.
"Sekarang ini kita harus lebih tertib untuk mengontrol apakah dia sudah punya izin untuk melakukan usaha di Bali, karena banyak disinyalir warga negara asing melakukan bisnis ilegal di Bali,"tutupnya.
Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV