Pekerja Garuda Soroti Penempatan Karyawan Lion Air di Garuda Indonesia

JAKARTA, investor.id - Serikat Pekerja Garuda Indonesia melalui Sekretariat Bersama (Sekber) menyoroti kontroversi rekrutmen dan penempatan mantan karyawan Group Lion Air dalam struktur manajemen maskapai Garuda Indonesia.
Mereka meminta perhatian dari Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memulihkan citra Maskapai Garuda Indonesia. "Ini tentu berpotensi mengganggu prinsip Good and Governance (GCG) Garuda Indonesia yang telah dengan susah payah dibangun," demikian keterangan pers yang dirilis Sekretariat Bersama Garuda Indonesia.
Baca Juga : Libur Lebaran, Penumpang Garuda Diproyeksi Tumbuh 8%
Terdapat enam hal yang disorot. Pertama, menuntut sebanyak 14 orang dari Group Lion Air dinonaktifkan, sebab hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Bapak Wamildan Tsani Panjaitan.
Kedua, proses rekrutmen dan penempatan 14 orang tersebut dilakukan secara tidak transparan. PT Garuda Indonesia telah memiliki Direksi yang kompeten, SDM internal yang berkualitas, berintegritas, dan loyal, serta telah bekerja sama dengan konsultan rekrutmen profesional. Rekrutmen ini berpotensi melanggar ketentuan internal dan prinsip GCG.
Ketiga, kebijakan tersebut menimbulkan keresahan di seluruh karyawan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. yang saat ini menjaga produktivitas dalam menjaga keberlangsungan Perusahaan, dimana terjadi kesenjangan antara 14 orang tersebut dengan karyawan internal, karena tidak sesuai dengan aturan jenjang karir di Perusahaan.
Baca Juga : Saham Garuda (GIAA) Jatuh ke Rp 40
Keempat, konflik kepentingan akibat kebijakan ini dapat terjadi, terutama jika tidak dilakukan secara transparan, tanpa justifikasi kebutuhan bisnis yang jelas, serta tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap keberlangsungan bisnis secara menyeluruh, SDM internal dan budaya perusahaan. Faktanya, proses ini lebih bersifat politis, tidak berdasarkan kebutuhan serta mengabaikan aspek etika dan integritas perusahaan.
Kelima, Sekretariat Bersama mengindikasikan, mengindikasikan bahwa beberapa dari 14 orang tersebut yang saat ini ditempatkan di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. akan diberikan jabatan strategis, bahkan hingga level Direksi di Garuda Indonesia Group.
Terakhir, kepercayaan masyarakat dan investor yang terus menurun terhadap Garuda Indonesia semenjak polemik 14 orang tersebut beredar di sosial media, saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, anjlok ke titik terendah senilai Rp 33,- per lembar pada tanggal 18 Maret 2025.
Baca Juga : Garuda Indonesia dan Citilink Turunkan Harga Tiket untuk Mudik Lebaran 2025
Sekretariat Bersama terdiri atas Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Tbk/Persero), Asosiasi Pilot Garuda (APG), Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) serta Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi).
Pernyataan Sekretariat Bersama ini diteken oleh ketua masing masing yakni Presiden APG Rully Wijaya, Ketua Umum Ikagi Achmad Haeruman serta Ketua Umum Sekarga Dwi Yulianta.
Editor: Ichsan Amin (tukangkuli@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV