Keselamatan Masyarakat saat Mudik Harus Jadi Prioritas Utama

JAKARTA, investor.id – Berdasarkan data, pada Operasi Ketupat 2023, sebanyak 10.247 orang menjadi korban kecelakaan. Kecelakaan paling banyak terjadi pada 20 April 2023 atau satu hari menjelang Idul Fitri (H-1) sebanyak 1.216 orang meninggal. Sementara sisanya mengalami korban luka dan ringan.
Sedangkan di Operasi Ketupat 2024, Korlantas Polri mencatat 4.514 kecelakaan. Kejadian paling banyak terjadi pada 6 April 2024 atau H-4. Sebanyak 7.290 orang menjadi korban. Sebanyak 507 korban meninggal.
Adapun Polda Jawa Tengah menjadi satuan kerja tingkat provinsi dengan jumlah kecelakaan paling banyak pada Operasi Ketupat 2023 dan 2024. Di 2023, Polda Kalimantan Utara menjadi satuan kerja dengan jumlah kecelakaan paling sedikit yaitu 7 kejadian.
Namun jumlah tersebut meningkat di 2024 menjadi 10 kejadian. Polda Maluku Utara menempati posisi dengan jumlah kecelakaan paling sedikit di Operasi Ketupat 2024 yaitu 7 kejadian. Jumlah tersebut turun bila dibandingkan dengan Operasi Ketupat 2023 yang sebanyak 8 kejadian.
Tingginya korban meninggal saat mudik membuat keselamatan pemudik untuk tahun ini harus menjadi prioritas utama. Masyarakat diharapkan dapat menikmati perjalanan dengan lebih tenang karena terlindungi dari berbagai risiko yang mungkin terjadi, baik di perjalanan maupun di rumah yang ditinggalkan.
“Melalui Jasindo mudik, kami ingin memberikan ketenangan bagi masyarakat selama mudik, sehingga mereka dapat fokus merayakan Lebaran bersama keluarga tanpa kekhawatiran akan risiko finansial yang tidak terduga,” kata Brellian Gema, Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (12/3/2025).
Jasindo Mudik memberikan perlindungan bagi masyarakat selama perjalanan pulang kampung. Asuransi ini tidak hanya melindungi keselamatan pribadi, tetapi juga keamanan kendaraan dan rumah yang ditinggalkan selama mudik.
Dengan premi sebesar Rp10.000 per peserta, Jasindo Mudik menawarkan berbagai perlindungan, di antaranya santunan kecelakaan diri hingga Rp100 juta, perlindungan kebakaran rumah hingga Rp50 juta., dan perlindungan pencurian isi rumah hingga Rp7,5 juta.
Diketahui, pemerintah memprediksi potensi pergerakan selama libur Lebaran 2025 mencapai 52% dari total jumlah penduduk Indonesia atau setara dengan 146,48 juta jiwa.
Potensi pergerakan selama libur Lebaran tahun 2025 dari Pulau Jawa adalah 51,3% atau sebanyak 81,5 juta orang. Mayoritasnya berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
Sementara itu, Polri akan menggelar Operasi Ketupat pada 26 Maret hingga 8 April. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 28-30 Maret, sementara arus baliknya diprediksi mencapai puncak setelah 8 April.
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV