Penerapan Konstruksi Berkelanjutan Akan Minimalkan Dampak Lingkungan

JAKARTA, investor.id – Sektor konstruksi berperan sebagai indikator pesat atau tidaknya kemajuan pembangunan suatu negara.
Peran sektor ini dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di antaranya adalah sebagai penyedia lapangan pekerjaan bagi masyarakat (terutama masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi bangunan), juga sebagai pengguna material konstruksi yang merupakan material lokal dan diproduksi dari sumber daya lokal pula.
Konstruksi berkelanjutan memiliki peran penting dalam proyek konstruksi modern dan desain bangunan kontemporer.
Penerapan konstruksi berkelanjutan akan meminimalkan penipisan sumber daya alam, mengurangi emisi gas rumah kaca, hingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Konstruksi berkelanjutan menjadi dasar untuk menerapkan konsep green construction yang dilakukan oleh para pelaku konstruksi untuk mengatasi tantangan dalam menciptakan pembangunan yang lebih berkelanjutan.
Untuk mendukung konsep kontruksi berkelanjutan, Garuda Yamato Steel (GYS) berkomitmen pada keberlanjutan lingkungan, dengan menggunakan baja yang diproduksi dari limbah baja daur ulang dan teknologi Electric Arc Furnace (EAF) yang rendah emisi.
"Inisiatif ini adalah bagian dari komitmen kami untuk melindungi komunitas Indonesia dari risiko gempa, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dengan infrastruktur yang lebih tangguh," kata Direktur Utama GYS, Tony Taniwan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (10/3/2025).
Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan, lanjut dia, GYS juga mengumumkan kemitraannya dengan iForte Energi Nusantara, sebuah perusahaan panel surya lokal, untuk memasang sistem tenaga surya atap dengan kapasitas puncak 6.506 kilowatt (kWp) di pabrik Cikarang mereka.
Langkah ini menegaskan dedikasi GYS terhadap solusi energi hijau dan memperkuat kontribusinya terhadap industri baja yang bertanggung jawab.
Diketahui, Garuda Yamato Steel (GYS) mengumumkan peluncuran produk terbaru mereka, Baja Tahan Gempa PLUS atau High Tensile Steel yang memiliki kekuatan tinggi. Produk inovatif ini diperkenalkan pada acara peluncuran yang digelar di Ballroom Sheraton Gandaria City, Jakarta pada 27 Februari 2025 lalu dengan dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai sektor baja dan konstruksi.
Sejak 2024, GYS telah dikenal sebagai pelopor dalam industri baja Indonesia dengan memperkenalkan baja tahan gempa (seismic grade) berbasis teknologi Jepang.
Seiring berkembangnya kebutuhan konstruksi modern, GYS menghadirkan solusi melalui produk Baja Tahan Gempa PLUS, yang dirancang untuk memberikan keamanan yang lebih baik dan efisiensi biaya dalam pembangunan infrastruktur.
Baja Tahan Gempa Berkekuatan Tinggi dari GYS merupakan terobosan terbaru dalam industri baja domestik. Baja ini memiliki titik hasil (yield strength) 345 MPa, yang 40% lebih kuat dibandingkan dengan H-beams standar yang umumnya beredar di pasar Indonesia yang memiliki titik hasil 245 MPa.
Dengan kekuatan tinggi ini, Baja Tahan Gempa PLUS dapat meningkatkan ketahanan seismik dan keselamatan struktural bangunan, sekaligus mengurangi penggunaan baja, sehingga berpotensi menghemat biaya konstruksi hingga 20%.
Baca Juga:
Pemerintah akan Rekonstruksi Anggaran, Dasco Minta Semua Komisi DPR Tunda Bahas Anggaran K/L"Baja Tahan Gempa PLUS ini tidak hanya memberikan ketahanan seismik yang lebih baik, tetapi juga mengarah pada penghematan biaya yang signifikan dalam pembangunan, dengan memastikan proyek dapat diselesaikan tepat waktu," oleh Tony Taniwan,.
Inovasi ini memenuhi Standar Industri Jepang (JIS) untuk JIS SN490B dan standar ASTM untuk ASTM A572 Gr.50, menjadikannya pilihan unggul untuk konstruksi di Indonesia yang rawan gempa.
Dengan peluncuran Baja Tahan Gempa PLUS, dia berharap pihaknya, dapat terus memainkan peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang tangguh di Indonesia, memberikan solusi konstruksi yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV