Senin, 24 Maret 2025

Produktivitas Susu Sapi Nasional Masih Rendah

Penulis : Heru Febrianto
5 Mar 2025 | 21:29 WIB
BAGIKAN
Pekerja memerah susu sapi di peternakan Bintang Tani, Desa Ciherang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/YU)
Pekerja memerah susu sapi di peternakan Bintang Tani, Desa Ciherang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/YU)

JAKARTA, investor.id – Berdasarkan data sejumlah riset, rendahnya produksi susu dalam negeri disebabkan oleh dua faktor utama yakni jumlah sapi perah yang terbatas dan produktivitas yang masih rendah.

Sesuai arahan Kementerian Pertanian (Kementan) bahwa industri pengolahan susu wajib membeli susu dari peternak lokal, dengan tujuan mendorong peningkatan produksi susu dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor susu, PT Sumoda Tama Berkah, perusahaan pemilik merek Susu Mbok Darmi, menggelar Gathering Mitra Peternak di Swiss-Belcourt Bogor, Rabu (5/3).

Acara ini merupakan bentuk apresiasi terhadap mitra peternak yang memiliki peran penting dalam rantai pasok industri susu nasional dan berkontribusi dalam menyediakan bahan baku susu berkualitas tinggi.

Advertisement

CEO Susu Mbok Darmi, Dhony Pratama mengatakan dengan mengusung tema Sinergi Membangun Masa Depan, pertemuan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara Sumoda Tama Berkah dengan para mitra peternaknya. Selain itu juga menjadi forum bagi para peternak untuk berbagi pengalaman, mendapatkan edukasi, serta memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri susu.

“Kami percaya bahwa kualitas susu sapi yang sampai ke konsumen tidak terlepas dari kesejahteraan dan semangat peternak dalam menjaga usahanya. Acara ini adalah salah satu cara kami untuk menunjukkan apresiasi dan memperkuat sinergi dengan mitra peternak,” ujar Dhony dalam keterangan rilisnya dikutip di Jakarta, Rabu (5/3/2025).

Menurutnya kemitraan dengan produsen susu merupakan salah satu solusi agar peternak sapi perah dapat menerapkan pola ternak yang baik sehingga mampu meningkatkan produksi dan kualitas susu nasional.

Gathering Mitra Peternak dihadiri oleh puluhan peternak dari Bogor dan Bandung, dengan agenda utama berupa diskusi interaktif dan sesi edukasi bagi peternak yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam menjaga kualitas susu.

“Sebagai peternak, kami menghadapi banyak tantangan setiap hari. Bagi kami, acara ini bukan hanya sekadar pertemuan tetapi juga menjadi momen penting untuk saling bertukar wawasan, berbagi pengalaman dan dukungan dalam menghadapi tantangan industri susu. Berkolaborasi dengan Susu Mbok Darmi juga membuat kita terdorong agar bisa meningkatkan kualitas untuk jadi lebih baik,” ujar Roziqun, Albaqoroh Farm.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyebutkan bahwa pihaknya sudah menyurati seluruh industri pengolahan susu dalam negeri untuk membeli susu dari peternak lokal, yang merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

Wamentan juga menyebutkan bahwa saat ini 80% konsumsi susu nasional dipenuhi dari impor, mengingat industri susu dalam negeri baru bisa memproduksi sebesar 20% dari kebutuhan konsumsi susu. Presiden Prabowo kemudian menginstruksikan agar perlahan impor susu dapat ditekan serta meningkatkan produksi susu lokal dengan mendatangkan sapi indukan.

Editor: Heru Febrianto (Heru.Djaafar@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkini


Market 20 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 49 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 2 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia