Senin, 24 Maret 2025

Jurus Wilmar Wujudkan Hunian Layak di Sekitar Perusahaan

Penulis : Tri Listiyarini
2 Mar 2025 | 17:05 WIB
BAGIKAN
Salah satu rumah di Serang, Banten, yang telah direnovasi Wilmar. Perusahaan agribisnis terintegrasi Wilmar Group berkomitmen membantu mewujudkan hunian layak bagi masyarakat di sekitar operasional perusahaan. (Foto : Istimewa)
Salah satu rumah di Serang, Banten, yang telah direnovasi Wilmar. Perusahaan agribisnis terintegrasi Wilmar Group berkomitmen membantu mewujudkan hunian layak bagi masyarakat di sekitar operasional perusahaan. (Foto : Istimewa)

JAKARTA, investor.id–Wilmar Group berkomitmen membantu mewujudkan hunian layak bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Komitmen itu dijalankan perusahaan agribisnis terintegrasi tersebut dengan meluncurkan Program Bantuan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Runtilahu).

Program Runtilahu atau bantuan renovasi rumah untuk masyarakat itu telah dijalankan Wilmar di Serang, Banten. Lewat program tersebut, Wilmar berharap agar masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan lebih sejahtera.

Head Industrial Estate Wilmar Byron Oswald mengatakan, tempat tinggal yang layak huni merupakan salah satu kebutuhan dasar krusial bagi masyarakat. Menyikapi hal itu, Kawasan Industri Terpadu Wilmar (KITW), Wilmar Group, meluncurkan Program Runtilahu di Serang, Banten, sebagai upaya nyata membantu masyarakat yang membutuhkan.

Advertisement

Byron juga menegaskan, pihaknya berkomitmen membantu masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan agar lebih sejahtera. Program Runtilahu adalah salah satu wujud komitmen itu. “Bantuan ini akan diberikan sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Kami berharap program ini dapat memberikan dampak besar dan menciptakan efek berganda (multiplier-effect) bagi masyarakat,” kata Byron dalam keterangan yang dikutip Minggu (02/03/2025).

Program Runtilahu dari Wilmar dimulai 2024 melalui koordinasi yang baik bersama perangkat kewilayahan setempat demi memastikan bantuan tepat sasaran. Perbaikan rumah tidak layak huni mencakup berbagai aspek bangunan, seperti pembuatan sanitasi, perbaikan sirkulasi udara, penguatan struktur bangunan, serta penggantian atap. Bantuan itu termasuk pembuatan dapur dan penambahan ruang agar rumah dapat dikategorikan hunian sehat dan layak huni.

Byron ingin Program Runtilahu tersebut dapat berkelanjutan dengan lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang dan diharapkan bisa mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di sekitar lokasi perusahaan Wilmar serta langsung berdampak positif bagi masyarakat. “Kami berkomitmen terus memperluas program ini agar lebih banyak keluarga yang dapat merasakan manfaatnya,” ungkap dia.

Salah satu penerima bantuan Program Runtilahu dari Wilmar, Suliyah, warga Desa Terate, Serang, mengungkapkan, keluarganya merasa jauh lebih nyaman setelah rumahnya direnovasi. Selama ini, Suliyah dan keluarganya sering kali khawatir rumah yang ditinggali roboh kapan saja karena kondisinya sudah sangat tidak layak.

Apalagi, mereka belum punya dana cukup untuk merenovasi rumahnya. “Alhamdulillah, sekarang kami lebih nyaman dan bisa tidur lebih nyenyak. Dahulu, kami selalu merasa takut atap atau bangunan bisa roboh kapan saja," ujar Suliyah. Setelah direnovasi, rumah Suliyah kini juga dilengkapi fasilitas sanitasi yang semula tidak ada. Sebelumnya, mereka harus menumpang ke tetangga untuk kebutuhan tersebut.

Penerima bantuan lainnya, Juhariyah, yang tinggal di Desa Tonjong, Serang, juga merasakan manfaat yang sama. Dengan rumah yang kini lebih nyaman, Juhariyah dan keluarganya, terutama anak-anaknya, dapat beraktivitas lebih leluasa. “Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Sekarang, kami merasa lebih percaya diri di lingkungan masyarakat, karena sudah memiliki rumah layak huni,” papar Juhariyah.

Sementara itu, Pejabat Sementara Kepala Desa Terate Umar Yunani memberikan apresiasi kepada perusahaan Wilmar atas kepeduliannya terhadap masyarakat, terutama membantu mereka mewujudkan tempat tinggal layak huni. Hal itu sangat berarti karena rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. “Kami berharap program ini terus berlanjut karena manfaatnya cukup besar bagi masyarakat,” ujar Umar. 

Editor: Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Terkerek Ringan

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini terkerek ringan. Cek juga harga buyback emas Antam.
Market 4 menit yang lalu

Ada yang Ketok Dividen Hari Ini, Biasanya Gede

Salah satu saham yang menarik untuk dikoleksi adalah saham BRI (BBRI). BBRI sendiri menggelar RUPST hari ini.
Market 26 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 55 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia