KPR Milenial Membuat Anak Muda Tak Lagi Bergantung kepada Orang Tua

PASURUAN, investor.id – Hari masih pagi, namun matahari sudah memancarkan cahaya terangnya. Memberikan kehangatan di kawasan perumahan Grand Kencana, Jl. Sili Desa Babatan, Kelurahan Gempeng, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Ya, penduduk di kawasan perumahan yang memiliki 600 unit lebih rumah subsidi itu sudah empat hari disapu hujan tiada henti. Anak-anak sekolah dasar (SD) pun kini leluasa melakukan aktivitas luar ruangan (outdoor) setelah empat hari tertunda. Khusnul Pramita, penghuni Blok I Nomor 11 perumahan Grand Kencana tengah menyiapkan sarapan untuk suaminya yang kebagian shift malam ditempatnya bekerja. Tangannya lincah menggoreng ikan di wajan yang terlihat masih baru. “Suami saya pekerja pabrik, sudah dua hari jadwal shift malam,”ujarnya kepada Investor Daily Kamis (20/2/2025).
Menikah dengan Muhammad Mukafi, pekerja di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Mita, begitu dia disapa, hingga kini masih menunggu kehadiran buah hatinya. Meskipun masih belum memiliki momongan, Mita dan Mukafi memilih untuk hidup mandiri, lepas dari orangtuanya. Di rumah bertipe 30 dengan luas 6x12 meter persegi itu, setiap hari Mita mengisi waktunya dengan berdagang melalui platform daring. “Untuk mengisi waktu saya juga berdagang kecil-kecilan,”ungkapnya. Dengan berdagang, Mita merasa ada kesibukan, lantaran waktu bekerja suaminya berdasarkan shift. Terkadang Mukafi pulang larut malam, tak jarang pria berkulit putih itu pulang saat matahari sudah menampakkan sinarnya.
Pasangan muda itu, sudah lima tahun menghuni permukiman dengan jalan di dalam kompleks yang cukup lebar itu. “Kami membeli dengan fasilitas Kredit BTN Millenial pada 2020,”ungkap Mita. Program KPR BTN Milenial sendiri, diluncurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk. pada 2018 silam. Dia berkisah, uang muka yang harus dibayarkan saat mengajukan KPR Milenial sebesar Rp18 juta termasuk beragam biaya. “Harga rumahnya sendiri Rp130 juta, kami memilih tenor 20 tahun,”paparnya. Dengan usia keduanya 28 tahun saat mengajukan KPR ke BTN, Mita memperkirakan, cicilan akan lunas saat usianya mencapai 48 tahun.
Mita mengaku, sangat terbantu dengan adanya program KPR Milenial. Dengan tenor 20 tahun, Mita hanya membayar cicilan Rp885 ribu per bulan. “Gaji suami saya standar UMK, sekitar Rp4,5 juta. Jadi dengan cicilan Rp885 ribu cukup ringan. Masih ada yang bisa kami tabung,”ungkapnya. Meskipun memiliki status rumah subsidi, namun kualitas rumah yang dihuninya cukup baik. Tak ada kerusakan selama lima tahun dia menghuni. Ini membuktikan, kejelian BTN dalam memberikan pembiayaan terhadap perumahan yang berkualitas, nyaman, dan aman bagi penghuninya. Mita pu merasakan ketenangan dan ketentraman merajut mahligai rumah tangganya. “Alhamdulillah sudah punya rumah sendiri,”katanya.
Tak jauh dari rumah Mita, Muhammad Nizam (31) bersiap untuk berangkat bekerja. Motor matik berwarna hitam sudah dia nyalakan. Setiap hari, Nizam menempuh jarak 8 kilometer menuju tempatnya bekerja. Namun, pagi itu, anak semata wayangnya yang berusia dua tahun tampak manja di gendongannya, seolah tak mau ditinggal bekerja. Nizam bermukim di blok M Nomor 4. Sama dengan Mita, Nizam membeli rumah di Grand Kencana pada 2020 dengan tipe dan luas yang sama. Saat mengajukan KPR Milenial 5 tahun silam, pria kelahiran Maret 1994 itu baru berusia 26 tahun. Bulan depan, usia Nizam genap 31 tahun. “Cicilan rumah saya tersisa 15 tahun lagi,”ungkapnya. Nizam pun bersyukur dengan adanya KPR Milenial BTN, dirinya bisa memiliki rumah, dan tak lagi bermukim di rumah orangtuanya di kawasan Kelurahan Bendomungal, empat kilometer dari rumah yang sekarang dihuninya.
Nizam berkisah, dirinya memiliki mimpi memiliki rumah sendiri dan hidup mandiri sebelum menikah. Sehingga, dia tak lagi merepotkan orangtuanya. Terlebih, pria yang mengenyam pendidikan SMA itu sudah memiliki pekerjaan di pabrik Sari Roti di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) dengan gaji Rp4,6 juta per bulan. Bekerja sejak 2018, impian Nizam akhirnya terwujud dengan adanya program KPR Milenial. “Saya bekerja dua tahun, kemudian menikah dan membeli rumah di tempat ini dengan fasilitas KPR Milenial dari BTN,”ungkapnya. Nizam hanya merogoh kantongnya sebesar Rp7 juta untuk biaya uang muka. Dengan cicilan Rp800 ribuan per bulan. “Awalnya saya ingin kos, tetapi setelah saya hitung, biaya kos sama dengan cicilan KPR BTN. Dengan cicilan KPR Rp800 ribu, kelak saya memiliki rumah sendiri. Jika kos, saya tak akan pernah punya rumah,”kisahnya.
Dengan memiliki rumah, lanjut Nizam, kualitas tumbuh kembang anaknya bisa lebih baik. Anaknya bisa berinteraksi dengan anak-anak lain di lingkungan sekitar. Bisa memanfaatkan fasilitas edukatif di lingkungannya, dan mengakses beragam fasilitas pendiidikan, hingga pemenuhan beragam kebutuhan hidup. “KPR Milenial dari BTN membuat saya dan keluarga bisa hidup mandiri. Cicilan yang ringan membuat kami bisa memenuhi beragam kebutuhan hidup meski hanya saya yang bekerja,”paparnya.
Untuk membayar cicilan rumahnya, Nizam memilih skema autodebit dari rekening Bank BTN miliknya. “Bayar cicilan dengan autodebit, dipotong langsung setiap bulan dari tabungan,”katanya. Dengan skema autodebit, Nizam mengaku lebih praktis, karena pembayaran cicilan tepat waktu dan terhindar dari potensi terlambat membayar cicilan.
Editor: Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowSaksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV