Senin, 24 Maret 2025

Freeport Indonesia Diizinkan Ekspor Konsentrat Lagi hingga Perbaikan Smelter Rampung

Penulis : Bambang Ismoyo
21 Feb 2025 | 17:46 WIB
BAGIKAN
Freeport Indonesia. (Istimewa)
Freeport Indonesia. (Istimewa)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah akhirnya memberikan relaksasi kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) berupa pemberian izin ekspor konsentrat tembaga. Keputusan ini disepakati sejumlah kementerian menggelar rapat terbatas (ratas).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, pemberian izin ekspor kepada PTFI telah melalui diskusi dan pertimbangan yang cukup panjang.

Ratas dihadiri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, dan tentunya Kementerian ESDM. Bahlil mengatakan, ratas tersebut membahas dampak positif-negatif apabila izin ekspor komoditas mineral mentah dalam hal ini konsentrat tembaga, kembali diperpanjang.

Advertisement

Ratas pun membahas aspek positif-negatif bagi negara, perusahaan, maupun masyarakat di Papua.

"Dalam keputusan rapat itu, pertama kita harus menghitung semuanya tentang kebaikan negara, kebaikan perusahaan, dan kebaikan rakyat Papua," ungkap Bahlil saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jumat (21/2/2025). Secara aturan di Undang-Undang, batas akhir izin ekspor adalah 31 Desember 2024. 

Diketahui, Pemerintah telah mendorong PTFI untuk tak perlu lagi mengekspor konsentrat tembaga yang diproduksinya. Pemerintah mengarahkan proses pemurnian komoditas mineral tersebut dapat dilakukan di dalam negeri, sejalan dengan telah rampungnya fasilitas smelter PTFI di Gresik, Jawa Timur.

Sayangnya, fasilitas smelter ini mengalami insiden kebakaran pada Oktober 2024. Hal ini tentu membuat jadwal operasional smelter diundur, dan berdampak kepada penumpukan konsentrat tembaga di gudang PTFI.

Setelah dilakukan audit, ternyata kebakaran yang terjadi di smelter PTFI Gresik, merupakan insiden kecelakaan murni, alias tidak disengaja. Atas dasar itu, Pemerintah akhirnya kembali memberikan izin ekspor kepada perusahaan tambang yang berada di bawah Holding BUMN Pertambangan.

Pemerintah akhirnya kembali menerbitkan izin ekspor konsentrat tembaga kepada PTFI hingga Juni 2025. Dengan syarat, smelter PTFI telah rampung dan dapat dioperasikan kembali pada akhir semester I-2025.

"Atas dasar itu pemerintah lewat ratas memutuskan untuk Freeport dapat diperpanjang ekspornya, sampai dengan pabrik yang rusak itu selesai. Kapan selesainya? Bulan Juni Saya sudah minta Tony Wenas Dirut Freeport Indonesia untuk tanda tangan pernyataan di atas meterai, dinotariskan," pungkasnya.

Editor: Maswin (maswin.investorID@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
IDTV Link
LIVE STREAMING

Saksikan tayangan informasi serta analisis ekonomi, keuangan, dan pasar modal di IDTV

BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Saham Pilihan untuk Trading 24 Maret dan Target Harganya

IHSG hari ini diprediksi melemah. Simak saham pilihan untuk trading 24 Maret dan target harganya
Market 47 menit yang lalu

BBCA Mumpung Diskon, Harganya Bisa ke Level Ini

BBCA sedang diskon secara valuasi. Simak rekomendasi terbaru saham BBCA atau BCA ini.
Business 1 jam yang lalu

Harga Beli Beras di Bulog Idealnya Rp 13 Ribu per Kg

Pengadaan Bulog saat ini mayoritas berupa gabah.
Market 1 jam yang lalu

Prospek Cuan BBRI Menipis, Ada Apa?

Prospek cuan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI tipis, berdasarkan riset Mandiri Sekuritas (Mansek). Simak rekomendasi saham BBRI.
Market 1 jam yang lalu

Harga Bitcoin Menanjak, Didorong Inflow ETF Besar

Harga Bitcoin menanjak ke level US$ 85 ribu didorong inflow ETF spot yang besar pada pekan lalu.
Market 2 jam yang lalu

IHSG Fluktuatif Jelang Libur Panjang, 6 Saham Dijagokan Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG pekan ini fluktuatif jelang libur panjang, rekomendasikan enam saham dijagokan cuan, salah satunya ASII

Tag Terpopuler


Copyright © 2025 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia